Menitipkan Hati pada Pemilik Takdir Kehidupan Manusia Sejati

  • 09 Feb 2026 10:04 WIB
  •  Entikong

RRI.CO.ID, Entikong - Dalam perjalanan hidup, manusia kerap dihadapkan pada harapan, kegelisahan, dan ketidakpastian namun banyak hal yang diupayakan dengan sungguh-sungguh, namun hasilnya tidak selalu sesuai dengan rencana. Di sinilah pentingnya memahami makna menitipkan hati kepada Sang Pemilik Takdir, yakni Allah SWT, sebagai sumber ketenangan dan kekuatan batin.

Penyuluh Agama Islam Kecamatan Kembayan Kantor Kemenag Sanggau, Bambang menyampaikan pesan keimanan kepada masyarakat di setiap syiarnya , ia menekankan pentingnya menyerahkan urusan hati kepada Allah sebagai pemilik takdir kehidupan. Ketenangan hidup tidak semata-mata ditentukan oleh keberhasilan duniawi melainkan oleh keyakinan dan keteguhan hati dalam berserah diri kepada Allah SWT, sikap tersebut dinilai penting untuk menghadapi berbagai dinamika kehidupan.

“Menitipkan hati kepada Allah menjadi fondasi ketenangan hidup bagi setiap insan karena manusia wajib berusaha dengan sungguh-sungguh sembari berserah diri atas hasil yang ditetapkan,” ujar Bambang dalam Obrolan Mutiara Pagi RRI Entikong, Senin 9 Februari 2026.

Bambang menjelaskan bahwa sikap tawakal harus berjalan seiring dengan ikhtiar dalam kehidupan sehari-hari, keseimbangan tersebut membentuk pribadi yang kuat secara spiritual dan sosial karena dalam perjalanan hidup. Manusia kerap dihadapkan pada harapan, kegelisahan, dan ketidakpastian namun banyak hal yang diupayakan dengan sungguh-sungguh, namun hasilnya tidak selalu sesuai dengan rencana. 

“Ketika hati manusia mulai bergantung pada pemilik takdir, keimanan yang tertuju tidak mudah goyah oleh ujian dan keyakinan itu menuntun umat untuk tetap optimistis dalam berbagai keadaan,” katanya.

Bambang berharap nilai-nilai tersebut dapat diterapkan masyarakat dalam keluarga dan lingkungan sekitar, menilai penguatan iman yang mampu menciptakan kehidupan yang harmonis dan damai. Manusia kerap menggantungkan harapan pada sesama atau keadaan yang bersifat sementara, ketika harapan itu tidak terwujud kekecewaan pun muncul dan memengaruhi kondisi batin seseorang.

“Jika hati sudah dititipkan kepada pemilik takdir yaitu allah SWT maka hidup terasa lebih ringan dan hidup akan dijalani lebih ikhlas atas ujiannya,” kata Bambang.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....