Iman, Berani Menyatakan Kebenaran di Tengah Mayoritas Keliru

  • 08 Feb 2026 19:28 WIB
  •  Entikong

RRI.CO.ID, Entikong - Orang beriman dangkal atau berkomitmen sosial rendah sering bergumul menyatakan kebenaran di tengah mayoritas yang keliru dalam masyarakat. Keberanian untuk mengatakan benar sering terhambat oleh kekhawatiran akan penolakan atau keluhan dari lingkungan sekitar.

Pendeta Petrus Musa mengungkapkan kendala yang membuat seseorang sulit berdiri di pihak kebenaran. Ialah sikap Kristen nominal, yakni orang yang mengklaim diri sebagai Kristen, tetapi tidak mencerminkannya dalam kehidupan sehari-hari.

“Ada istilah internal kami, KTP, Kristen Tanpa Pertobatan, yang mana orang seperti ini tidak mungkin berani menyatakan kebenaran di tengah kesalahan,” ujarnya dalam Obrolan Mutiara Pagi Kristen Protestan RRI Entikong, Sabtu 7 Februari 2026.

Musa mengajak setiap orang untuk memeriksa posisi masing-masing, apakah masih berada pada tahap Kristen nominal atau tidak. Sebab, iman yang hanya sebatas klaim tanpa kesungguhan tidak akan melahirkan keberanian moral.

Kendala lain lanjutnya, ialah pandangan yang menyempitkan iman hanya sebagai urusan surga. Ungkapan saya beriman supaya masuk surga tidak sepenuhnya salah, tetapi juga tidak dapat dijadikan satu-satunya dasar iman.

“Jangan lupa, kita belum berada di surga, kita masih hidup di bumi,” ujarnya.

Menurutnya, iman memang berkaitan dengan kehidupan kekal, tetapi juga memiliki tanggung jawab nyata di dunia. Iman orang percaya seharusnya hadir dan berdampak di tengah kehidupan sosial.

“Beriman itu adalah panggilan publik, panggilan untuk dinyatakan di hadapan banyak orang,” jelasnya.

Musa menegaskan, sikap tersebut tidak muncul secara otomatis, tetapi perlu proses pendewasaan iman. Orang percaya diajak untuk terus bertumbuh, bukan lagi seperti anak-anak, melainkan menjadi pribadi yang dewasa dalam iman dan tanggung jawab sosial.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....