Dipanggil Menjadi Terang Melalui Kasih dan Iman Kristiani
- 08 Feb 2026 07:49 WIB
- Entikong
RRI.CO.ID, Entikong – Ajaran untuk menjadi terang bagi sesama kembali ditekankan dalam refleksi iman Katolik yang disampaikan Guru Agama Katolik Kabupaten Sanggau, Blasius Agung. Pesan ini dinilai relevan sebagai pedoman hidup beriman di tengah dinamika kehidupan sosial yang terus berubah.
Dalam Obrolan Mutiara Pagi, Minggu 8 Februari 2026, Blasius Agung menjelaskan bahwa terang yang dimiliki setiap orang beriman tidak boleh disimpan untuk diri sendiri. Terang tersebut harus dinyatakan melalui sikap, perkataan, dan perbuatan nyata dalam kehidupan sehari-hari.
“Dlam Gereja Katolik, mutiara dimaknai sebagai panggilan untuk menjadi terang bagi orang lain. Tema ini merupakan hasil permenungan atas empat bacaan Kitab Suci yang pada hari tersebut diwartakan secara serentak di seluruh Gereja Katolik di dunia.
Menurutnya keseragaman bacaan Kitab Suci dalam liturgi harian menunjukkan kesatuan iman umat Katolik secara universal. Umat di berbagai negara merenungkan firman yang sama sebagai satu tubuh Gereja.
Ia menyebut, dari bacaan pertama diambil dari Kitab Yesaya bab 58 ayat 7–10 yang menegaskan bahwa iman harus diwujudkan melalui tindakan kasih. Tuhan menghendaki umat-Nya berbagi dengan orang lapar, menolong kaum miskin, memberi pakaian kepada yang membutuhkan, serta tidak mengabaikan sesama.
Blasius menjelaskan, dalam bacaan tersebut Tuhan menjanjikan terang akan bersinar dalam hidup umat yang setia melakukan kehendak-Nya. Pemulihan, tuntunan kebenaran, dan jawaban atas seruan doa menjadi buah dari hidup yang berlandaskan kasih.
Kitab Mazmur itu juga kata Blasius melukiskan pribadi yang murah hati, gemar menolong sesama, jujur, dan teguh dalam iman. Sikap hidup tersebut diyakini membuat kebajikan seseorang dikenang sepanjang masa dan menjadi kesaksian iman bagi lingkungan sekitarnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....