Mengenal Tuhan Integritas, Pengampunan, dan Moralitas Baru
- 07 Feb 2026 19:33 WIB
- Entikong
RRI.CO.ID, Entikong - Dalam realitas sosial baru, orang yang mengenal Tuhan diajak untuk memaknai konflik dan luka dalam kehidupan sehari-hari dengan cara yang berbeda. Alih-alih membalas, mereka dipanggil untuk mengampuni, karena pembalasan merupakan hak Tuhan dan bukan hak manusia
Pendeta Petrus Musa mengungkapkan bahwa ketika seseorang merasa lebih superior atau memiliki status sosial lebih tinggi, sering muncul kecenderungan untuk merasa berhak menyakiti atau menganiaya orang lain, namun hal tersebut tidak sejalan dengan panggilan orang percaya. Menurutnya, orang yang beriman seharusnya justru menempatkan diri pada sikap rendah hati dan tidak menggunakan keunggulan untuk merendahkan orang lain
“Kadang – kadang kalo kita merasa kita lebih superior lebih hebat lebih punya posisi sosial maka seolah – olah kita paling boleh menganiaya orang lain paling boleh menyakiti orang lain dan itu bukanlah panggilan untuk orang – orang yang percaya,” kata Petrus Musa dalam Obrolan Mutiara Pagi RRI Entikong, Sabtu 7 Februari 2026.
| Baca juga: Realitas Sosial Baru, Iman Ajak Hidup Damai |
Ia menjelaskan bahwa dalam konteks New Social Reality, tidak membalas bukan berarti rela disakiti, melainkan merupakan pilihan moral. Meskipun memiliki kuasa untuk membalas secara setimpal, orang percaya memilih untuk tidak melakukannya karena menghormati dan menghargai orang lain
Menurunya, dalam dunia kerja, terkadang seseorang merasa dirugikan atau bahkan dicurangi, meskipun begitu, ia tetap memilih untuk bersikap jujur. Ia sadar bahwa kejujuran kadang membuatnya terlihat kalah atau merugi dalam situasi tertentu.
Meski demikian, kata Musa, seseorang harus tetap berusaha berbicara apa adanya dan mempertahankan integritasnya. Ia percaya bahwa kejujuran lebih penting daripada keuntungan sesaat, walaupun pada akhirnya ia harus menerima kerugian.
” Contoh didunia kerja misalnya mungkin terkadang juga merasa dirugikan, dicurangi tapi kita lebih memilih jujur walaupun rugi namun lebih memilih bicara apa adanya walaupun kadang – kadang kita dimusuhi dianggap sebagai cari muka,” terangnya
Menurut penjelasan Musa, bahwa mengenal atau percaya Tuhan harus membawa kita pada moralitas baru yang menghidupkan bangsa dan lingkungan masing-masing. Karena hidup tidak otomatis berubah tanpa upaya, dan salah satu cara terbaik untuk menyadari adanya konsekuensi dari Injil adalah dengan hidup sebagai saksi yang baik, benar, serta penuh nilai kebajikan yang diharapkan hadir di tengah masyarakat
“Mengenal Tuhan atau percaya Tuhan itu harus memastikan kita mengantar kita untuk menghadirkan moralitas bangsa pada hidup baru, moralitas baru di lingkungan kita masing – masing, ucapnya.
Lanjut musa, hidup tidak otomastis menjadi baru kalo kita tidak upayakan dan salah satu cara terbaik untuk memastikan kita sadar bahwa akan ada konsekuensi dari Injil. Yang mana Injil adalah kita hidup sebagai saksi baik saksi benar saksi yang penuh dengan nilai – nilai Kebajikan yang diharapkan ada di Tengah-tengah Masyarakat.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....