Hidup Komunal Bangun Harapan Bersama
- 07 Feb 2026 11:00 WIB
- Entikong
RRI.CO.ID, Entikong – Kesadaran bahwa manusia tidak hidup untuk dirinya sendiri menjadi pesan utama dalam refleksi kehidupan beriman di tengah tantangan sosial. Setiap individu dinilai memiliki potensi yang dapat dikelola sebagai bentuk tanggung jawab kepada Tuhan dan sesama.
“Kita tidak pernah dipanggil hidup hanya untuk diri sendiri, karena tidak ada orang yang benar-benar miskin jika mampu mengelola potensi yang Tuhan percayakan,” ujar Pendeta Petrus Musa, Kantor Kemenag Sanggau dalam Obrolan Mutiara Pagi RRI Entikong, Sabtu 7 Februari 2026.
Ia mengatakan perjalanan hidup manusia kerap bergerak dari keterbatasan menuju kecukupan melalui upaya yang konsisten. Proses tersebut dipahami sebagai bagian dari maksud ilahi yang harus dijalani dengan kesadaran dan pengharapan.
“Dalam ketidakberdayaan, kita harus ingat bahwa kita hidup dalam dimensi komunal dan tidak pernah sendirian,” ungkapnya.
Ia menjelaskan bahwa manusia tidak dapat melepaskan diri dari relasi sosial, baik dalam keluarga maupun masyarakat luas. Kesadaran akan keberadaan sesama menjadi fondasi untuk membangun kehidupan yang bertanggung jawab.
“Hidup yang mencerminkan iman adalah hidup yang bertanggung jawab, bukan hanya untuk diri sendiri tetapi juga bagi orang lain,” jelasnya.
Perubahan hidup tidak akan terjadi tanpa kemauan untuk bergerak dan berusaha. Sikap aktif dinilai sebagai kunci untuk keluar dari kesulitan dan meraih kehidupan yang lebih baik.
“Menjadi kecil tetapi berdampak besar itu seperti cabai, kecil namun pedas dan terasa,” katanya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....