Hidup dalam Tuhan Mengajarkan Rekonsiliasi dan Damai

  • 07 Feb 2026 07:30 WIB
  •  Entikong

RRI.CO.ID, Entikong - Kepercayaan kepada Tuhan tidak hanya diwujudkan melalui pengakuan iman, tetapi juga tercermin dalam cara dan gaya hidup sehari-hari. Hal tersebut terlihat dari sikap seseorang dalam membangun relasi, mengambil keputusan, serta berinteraksi dengan sesama manusia.

"Orang-orang yang percaya kepada Tuhan adalah orang yang memiliki cara dan gaya hidup yang menunjukan ekspresi percaya kepada injil," kata Ketua BAMAG Kabupaten Sanggau, Pendeta Petrus Musa dalam Obrolan Mutiara Pagi Protestan RRI Entikong, Sabtu 7 Februari 2026.

Ia mengatakan, cara dan gaya hidup tersebut ada beragam wujud dan bentuknya. Mulai dari hal relasi, hubungan sesama manusia, keputusan-keputusan yang dibuat, dan tentang cara bersosialisasi serta berinteraksi.

Petrus mengungkapkan, setelah mengenal dan percaya kepada Tuhan manusia akan hidup dalam keadaan yang berbeda. Ia mencontohkan dalam kehidupan sehari-hari, kadang-kadang manusia mengalami benturan-benturan dengan sesama.

Dalam situasi semacam ini, Peturs menyampaikan manusia perlu berekonsiliasi dan berdamai. Dalam situasi yang sedang tidak baik tersebut, manusia punya banyak pilihan, salah satunya adalah tidak boleh membalas luka dengan luka.

"Logika paling umum kalau dilukai adalah melukai balik, tapi orang yang mengenal Tuhan maka Alkitab mengarisbawahi tidak boleh membalas luka dengan luka," ujar Petrus.

Ia menyampaikan bahwa Alkitab tidak mengajarkan untuk membalas perbuatan buruk dengan perbuatan yang sama. Ia menambahkan bahwa pembalasan itu adalah hak dari Tuhan yang maha kuasa.

Lebih lanjut, Petrus mengatakan hidup dalam Tuhan yang percaya kepada injil berarti hidup menjadi jauh lebih baik. Artinya, tidak membalas yang jahat dengan yang jahat, serta selalu menghormati martabat orang lain sekalipun berbeda keyakinan dan kepercayan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....