Asas Keimanan Hadapi Takdir Allah
- 06 Feb 2026 23:29 WIB
- Entikong
RRI.CO.ID, Entikong – Asas keimanan kepada Allah SWT menjadi fondasi utama bagi seorang muslim dalam menyikapi qadha dan qadar yang terjadi dalam kehidupan. Ulama membagi sikap manusia terhadap takdir Allah SWT ke dalam empat klasifikasi yang nyata terjadi dalam realitas kehidupan sehari-hari.
“Empat klasifikasi ini menggambarkan bagaimana sikap hati manusia ketika qadha dan qadar Allah SWT terjadi pada dirinya, apakah ia termasuk golongan yang beruntung atau sebaliknya,” ungkap Suparwanto Pelaksana KUA Kecamatan Tayan Hulu Kemenag Sanggau, Jumat 6 Februari 2026.
Ia menjelaskan, setiap individu perlu melakukan muhasabah untuk mengetahui dirinya berada pada golongan yang mana dalam menyikapi takdir. Sikap yang benar harus dijaga secara istiqomah agar keimanan tetap lurus dan terhindar dari kemaksiatan yang merusak hati serta kehidupan dunia dan akhirat.
“Jika seseorang masih berada pada golongan yang tidak beruntung, maka ia wajib mengubah cara berpikir dan sikap hatinya agar tidak terjerumus pada dosa dan kerusakan iman,” ucapnya.
| Baca juga: Perkuat Iman Sambut Ramadan |
Ia menerangkan bahwa secara umum golongan pertama adalah mereka yang membenci dan marah terhadap takdir Allah SWT ketika ditimpa kesusahan atau kondisi yang tidak sesuai harapan. Sikap ini muncul karena hati tidak lapang menerima ketetapan Allah SWT dalam kehidupan yang dijalani.
“Orang yang marah terhadap takdir bahkan bisa mengucapkan dengan lisan bahwa musibah itu tidak pantas terjadi pada dirinya, dan ini sangat berbahaya karena dapat mengarah pada dosa besar bahkan kekufuran,” katanya.
Selain melalui lisan Suparwanto menerangkan, penolakan terhadap takdir juga dapat terjadi dalam hati yang paling dalam meskipun tidak terucap. Sikap tidak ridha ini menunjukkan lemahnya keimanan dan dapat berdampak pada perilaku serta kehidupan seseorang secara menyeluruh.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....