Begini Makna Lampion Merah yang Hiasi Sanggau
- 05 Feb 2026 09:59 WIB
- Entikong
RRI.CO.ID, Entikong – Ratusan lampion merah menghiasi Jalan Gajah Mada dan Setia Budi di lingkungan Pasar Sentral Kecamatan Kapuas, Kabupaten Sanggau menjelang perayaan Tahun Baru Imlek 2026/2577 Kongzili. Dekorasi swadaya warga ini tidak hanya memperindah kawasan, tetapi juga sarat makna filosofis tentang harapan, keberuntungan, dan cahaya kehidupan.
Inisiator sekaligus koordinator kegiatan, Hendy Ceu Adinata menyampaikan, lampion dipilih sebagai ornamen utama karena identik dengan tradisi Imlek serta memiliki simbol kebaikan bagi masyarakat Tionghoa. Warna merah dipercaya membawa hoki, kebahagiaan, dan energi positif.
“Lampion itu warnanya merah, melambangkan keberuntungan dan sukacita bagi kami yang merayakan,” kata Hendy, Kamis 5 Februari 2026.
Ia menuturkan, cahaya lampion yang menyala pada malam hari juga memiliki arti tersendiri. Menurutnya, sinar tersebut menjadi simbol penerang di tengah kegelapan sekaligus doa agar setiap warga mendapat jalan yang lebih baik dalam hidup.
“Kalau malam lampunya menyala terang, itu seperti menerangi jalan kami, memberi harapan supaya hidup ke depan lebih baik,” ungkapnya.
Lebih dari sekadar hiasan musiman, Ia mengungkapkan, pemasangan lampion dilakukan secara gotong royong oleh warga RT 006 dan RT 012. Menurutnya, kegiatan ini menjadi momentum kebersamaan sekaligus memperkuat hubungan sosial antarwarga di tengah keberagaman lingkungan pasar.
“Kami berswadaya menghias jalan supaya suasananya hangat, semua orang yang lewat bisa ikut merasakan kebahagiaan,” ucapnya.
Ia menerangkan, tahun ini, jumlah lampion yang dipasang mencapai 250, meningkat dari sekitar 50 lampion pada tahun sebelumnya. Penambahan tersebut menunjukkan antusiasme warga yang ingin mengoptimalkan suasana perayaan sekaligus mempertegas identitas budaya di ruang publik.
Melalui simbol warna merah dan cahaya lampion, Hendy berharap, nilai harapan, keberuntungan, serta harmoni terus tumbuh di lingkungan mereka. Ia menambahkan, perayaan Imlek pun tidak hanya menjadi tradisi budaya, tetapi juga memperkuat persaudaraan dan toleransi di tengah masyarakat Sanggau.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....