DPM Pemdes Sanggau Ajak Masyarakat Jaga Infrastruktur Desa
- 03 Feb 2026 14:43 WIB
- Entikong
RRI.CO.ID, Entikong - Eddy Santana, Sekretaris Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintah Desa (DPM Pemdes) Kabupaten Sanggau, menegaskan bahwa penundaan dana bukan berarti ketidakpedulian pemerintah. Kebijakan tersebut dilakukan untuk menata prioritas agar kerusakan infrastruktur yang paling berdampak dapat ditangani lebih dahulu.
“Bagaimana kita memaksimalkan efisiensi, bukan berarti mengurangi dana, tetapi melakukan pemetaan dengan melihat potensi yang ada di masyarakat,” ungkapnya dalam Dialog Pagi Entikong Menyapa, Selasa 3 Februari 2026.
Ia menjelaskan, setelah pemetaan dilakukan, tahap selanjutnya adalah perencanaan hingga pelaksanaan kegiatan. Apabila terdapat kerusakan infrastruktur sementara dana desa terbatas, maka solusi yang diambil adalah penentuan skala prioritas.
“Setelah prioritas ditetapkan, perbaikan dilakukan secara darurat dan bertahap dengan melibatkan swadaya masyarakat,” ujarnya.
Selain itu, kata Eddy, DPM Pemdes juga mengoordinasikan pembangunan dengan pemerintah daerah apabila terdapat sumber pendapatan lain yang bisa dimanfaatkan. Setiap desa, menurutnya, memiliki potensi masing-masing.
“Contohnya Desa Upe dan Desa Maringin Jaya yang memiliki hutan adat, seperti Bukit Sebemban. Jika dimaksimalkan, masyarakat dapat berpartisipasi aktif meningkatkan pendapatan desa,” jelasnya.
Terkait kondisi jalan, ia mengakui hampir seluruh jalan penghubung antar dusun menuju desa kini dalam kondisi kurang baik. Oleh karena itu, masyarakat juga memiliki peran penting dalam menjaga infrastruktur.
“Kami mengajak masyarakat melakukan perawatan sederhana secara rutin terhadap infrastruktur. Tanggung jawab ini bukan hanya pemerintah desa atau kabupaten,” katanya.
Eddy menambahkan, jalan yang awalnya dibangun dengan baik dapat cepat rusak apabila dilalui muatan yang melebihi kapasitas. Sehingga diperlukan kerja sama yang baik dari masyarakat.
“Misalnya kendaraan pengangkut sawit dengan muatan lebih dari 8 hingga 12 ton. Itu berarti tidak ikut menjaga jalan agar tetap awet dan bisa digunakan lebih lama,” ujarnya.
Selanjutnya Eddy berharap keterlibatan tenaga kerja lokal dapat ditingkatkan melalui pembangunan desa berkelanjutan. Gotong royong desa dihidupkan kembali serta pemanfaatan bahan-bahan lokal dapat lebih dioptimalkan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....