BMKG Ungkap Penyebab Cuaca Tak Stabil di Kalbar
- 02 Feb 2026 19:06 WIB
- Entikong
RRI.CO.ID, Entikong – Perubahan cuaca di Kalimantan Barat belakangan ini semakin dirasakan oleh masyarakat. Kondisi tersebut ditandai dengan masuknya wilayah Kalbar ke dalam fase musim jedah hujan, sebuah periode peralihan yang membuat pola cuaca menjadi tidak menentu.
Musim jedah hujan merupakan fase transisi antara musim hujan dan kemarau. Pada periode ini, hujan masih turun, namun dengan intensitas dan sebaran yang berbeda-beda di setiap wilayah, sehingga kerap menimbulkan kebingungan di tengah masyarakat.
Koordinator Bidang Data dan Informasi BMKG Supadio, Sutikno, menjelaskan bahwa Kalimantan Barat memiliki karakteristik hujan sepanjang tahun. Meski demikian, wilayah ini tetap mengalami periode jedah hujan yang dipengaruhi oleh dinamika atmosfer regional maupun global.
Menurutnya, perubahan iklim global turut berperan besar dalam menggeser pola cuaca di Kalimantan Barat. Dampaknya, musim hujan dan kemarau tidak lagi dapat diprediksi secara kaku seperti sebelumnya, karena sifat cuaca yang semakin dinamis.
“Jika dalam 30 hari berturut-turut tidak terjadi hujan, barulah kondisi tersebut dapat dijustifikasi sebagai musim kemarau,” ujar Sutikno saat menjadi narasumber dalam program Entikong Menyapa RRI Entikong, Senin 2 Februari 2026.
Selain faktor alam, perubahan lingkungan juga memberi kontribusi signifikan terhadap kondisi cuaca. Kawasan yang sebelumnya masih hijau dan asri kini banyak beralih fungsi menjadi permukiman dan bangunan, sehingga memengaruhi keseimbangan alam.
Alih fungsi lahan tersebut berdampak pada terganggunya siklus hidrologi dan ekosistem. Akibatnya, potensi terjadinya cuaca ekstrem seperti hujan lebat tiba-tiba atau periode kering berkepanjangan menjadi semakin besar.
BMKG Supadio mengimbau masyarakat agar tetap waspada dan aktif memantau informasi cuaca terkini. Dengan memahami fenomena musim jedah hujan, masyarakat Kalimantan Barat diharapkan lebih siap menghadapi perubahan cuaca serta mampu meminimalkan risiko dalam aktivitas sehari-hari.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....