Udara Panas Picu Dehidrasi Kelelahan Penyakit Kulit
- 02 Feb 2026 17:25 WIB
- Entikong
RRI.CO.ID, Entikong – Udara panas yang melanda wilayah Kabupaten Sanggau dalam beberapa waktu terakhir berdampak langsung terhadap kesehatan masyarakat. Kondisi cuaca ekstrem ini perlu diwaspadai karena berpotensi menurunkan daya tahan tubuh dan memicu berbagai gangguan kesehatan.
Meningkatnya suhu udara tidak hanya menimbulkan rasa tidak nyaman, tetapi juga memengaruhi aktivitas sehari-hari masyarakat. Risiko gangguan kesehatan cenderung meningkat, terutama bagi warga yang banyak beraktivitas di luar ruangan.
Kepala Puskesmas Kapuas, Kabupaten Sanggau, dr. Yuliana Yuli Exlasia, mengatakan paparan udara panas berlebih dapat memicu sejumlah masalah kesehatan. Menurutnya, dampak tersebut dapat dirasakan secara langsung oleh tubuh.
“Paparan udara panas berdampak langsung pada tubuh, seperti memicu dehidrasi dan kelelahan akibat panas,” ujar dr. Yuliana dalam program dialog Entikong Menyapa, Senin 2 Februari 2026.
Dokter yang akrab disapa dr. Yuli ini menjelaskan, kondisi tersebut kerap dialami masyarakat yang melakukan aktivitas fisik cukup berat di bawah terik matahari. Selain dehidrasi dan kelelahan, penyakit kulit juga berpotensi meningkat akibat produksi keringat berlebih.
Kulit yang lembap dan jarang dibersihkan, lanjutnya, dapat memicu iritasi hingga infeksi. Oleh karena itu, kebersihan tubuh menjadi faktor penting yang harus diperhatikan selama cuaca panas.
Ia mengimbau masyarakat untuk mandi secara teratur, mengganti pakaian yang basah oleh keringat, serta memperbanyak konsumsi air putih. Mengurangi aktivitas berat pada siang hari juga sangat dianjurkan untuk mencegah gangguan kesehatan.
“Dehidrasi, kelelahan akibat panas, dan penyakit kulit harus diantisipasi sejak dini. Saya minta masyarakat lebih peduli dalam menjaga kesehatan di tengah kondisi udara panas ekstrem,” kata dr. Yuliana.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....