Sanggau Sediakan 2.500 Dosis Vaksin untuk Darurat Rabies
- 01 Feb 2026 17:59 WIB
- Entikong
RRI.CO.ID, Entikong - Dinas Perkebunan dan Peternakan (Disbunnak) Kabupaten Sanggau menyiapkan 2.500 dosis vaksin untuk Hewan Penular Rabies (HPR). Ribuan dosis vaksin tersebut dicadangkan untuk mengatasi kondisi darurat jika gigitan HPR melonjak.
Kepala Disbunnak Kabupaten Sanggau, Syafriansyah mengatakan, cadangan vaksin itu merupakan bagian dari upaya pencegahan penyakit zoonosis rabies. Apalagi, diungkapkannya, Kabupaten Sanggau hingga saat ini termasuk daerah endemis karena setiap tahun kasus rabies masih ditemukan.
"Berkaca pengalaman dan pengamatan ditahun sebelumnya, daerah kita masih menjadi daerah endemis, sehingga fokus pencegahan lebih kita diutamakan. Kita menyiapkan 2.500 dosis vaksin untuk kondisi darurat, apabila kasus gigitan kembali ditemukan," ungkap Syafriansyah di Sanggau, Minggu 1 Februari 2026.
Dia menyampaikan, jumlah vaksin itu kemungkinan bertambah. Sebab, pihaknya, akan melakukan vaksinasi ulang (booster) HPR yang sebelumnya sudah mendapatkan vaksin dosis awal.
Menurut Syafriansyah, vaksinasi ulang HPR tersebut akan dilakukan bulan Juni dan Juli mendatang. Namun, untuk kejadian tidak terduga, pihaknya, memastikan vaksinasi HPR akan dilakukan menggunakan cadangan vaksin yang tersedia.
"Secara reguler, kita akan lakukan booster HPR. Booster itu kita lakukan sekitar bulan Juni dan Juli. Tapi untuk kejadian tidak terduga dan darurat, kita ada stok 2.500 dosis itu," ujarnya.
Syafriansyah menambahkan, sampai akhir Januari kemarin kasus gigitan HPR di Kabupaten Sanggau belum ditemukan. Meski begitu, disampaikannya, masyarakat tetap diminta waspada akan penularan rabies akibat gigitan HPR.
"Kasus sih sampai akhir Januari belum ada laporan, tapi kita tetap waspada, sebab tahun lalu saja kita ada 600-an kasus gigitan. Masyarakat selalu kita imbau agar berhati-hati terhadap hewan peliharaannya, terutama anjing, jangan lupa divaksin. Karena tahun lalu, separuh dari total kasus gigitan itu dari hewan peliharaan yang dilepas-liarkan," tutupnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....