MBG di SDN 01 Sontas, Datangkan Manfaat Positif
- 31 Jan 2026 12:46 WIB
- Entikong
RRI.CO.ID, Entikong - Penyaluran program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Sanggau, saat ini telah berjalan dibeberapa sekolah. Program ini juga telah dilaksanakan secara bertahap di beberapa sekolah yang ada di wilayah perbatasan, termasuk di SDN 01 Sontas, Kecamatan Entikong, Kabupaten Sanggau.
Pelaksanaan MBG di SDN 01 Sontas, sama seperti di sekolah-sekolah lain yang ada di Kabuapten Sanggau, yakni dilakukan dengan penyesuaian terhadap kondisi dan kebutuhan masing-masing siswa. Dalam praktiknya, menu makanan yang diberikan disusun sesuai dengan standar gizi yang telah ditetapkan dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
"Untuk MBG sejauh ini sudah berjalan cukup baik dan membantu pemenuhan kebutuhan gizi siswa," kata Kepala Sekolah SDN 03 Sontas Muhammad Nil Asril, Kecamatan Entikong dalam Dialog RRI Entikong, Minggu 1 Februari 2026.
Menurut Nil, untuk penyaluran MBG di SDN 01 Sontas sudah berjalan dengan baik. Ia menuturkan, dengan terpenuhinya nutrisi yang dibutuhkan oleh siswa, maka materi pembelajaran akan lebih mudah diterima oleh pada saat proses belajar mengajar.
Dengan adanya program MBG di SD 02 Sontas, secara langsung mendatangkan dampak positif bagi siswa. Selain kebutuhan nutrisinya tercukupi, hadirnya program ini juga membuat siswa menjadi lebih antusias untuk hadir mengikuti proses belajar mengajar.
Lebih lanjut, ia menambahkan dengan program MBG di SDN 01 Sontas, mampu membuat peserta didik menjadi lebih fokus dalam mengikuti proses pembelajaran . Dengan adanya program ini, juga membuat siswa menjadi lebih bersemangat untuk datang ke sekolah.
"Program ini mendatangkan dua dampak yang positif, yaitu bagi konsentrasi belajar dan juga kehadiran siswa di sekolah untuk mengikuti proses belajar mengajar," ujar Nil.
Namun, menurutnya ada beberapa hal yang harus dijadikan evaluasi ke depannya terkait penyaluran MBG di SDN 02 Sontas. Ketepatan pendistribusian, menu MBG, dan air minum untuk siswa penerima MBG yang harus disediakan oleh pihak penyalur MBG.
"Sekolah mencatat ada beberapa hal berkaitan dengan pendistribusian MBG agar perlu ada perbaikan ke depannya, seperti ketepatan dalam pendistribusian MBG, menu makanan, dan air inum yang belum ter-cover," ujar Nil.
Nil berharap, evaluasi terhadap mekanisme distribusi MBG dapat dilakukan agar pelaksanaannya berjalan lebih optimal. Ketepatan waktu pengantaran dan penyesuaian menu, harus dilakuakan karena memengaruhi jadwal belajar serta kesesuaian dengan kebutuhan gizi siswa.
Ke depan, sekolah berkomitmen untuk terus berkoordinasi dengan pihak terkait guna menyampaikan masukan dan kendala yang ditemui di lapangan. Langkah tersebut diharapkan dapat menjadi bahan perbaikan dalam pelaksanaan program MBG sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara maksimal oleh seluruh siswa di SDN 01 Sontas.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....