Fenomena Harga Durian di Kabupaten Sanggau
- 30 Jan 2026 14:49 WIB
- Entikong
RRI.CO.ID, Entikong – Fenomena fluktuasi harga durian kembali terjadi di Kabupaten Sanggau seiring masuknya musim panen. Perubahan harga yang cukup tajam ini menjadi perhatian petani, pedagang, hingga konsumen.
Saat panen raya berlangsung, pasokan durian meningkat signifikan di berbagai sentra produksi. Kondisi tersebut membuat harga di tingkat kebun cenderung turun akibat melimpahnya stok buah.
Sebaliknya, ketika masa panen mulai berakhir dan produksi menurun, harga durian kembali merangkak naik. Pola naik turun ini menjadi siklus tahunan yang hampir selalu terjadi pada komoditas musiman tersebut.
Perbedaan harga juga terlihat jelas antara tingkat petani dan pasar. Biaya distribusi, penyortiran kualitas, serta risiko kerusakan buah ikut memengaruhi harga jual ke konsumen.
Kepala Bidang Hortikultura Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perikanan Kabupaten Sanggau, Sony Setiawan, mengatakan fluktuasi harga sangat dipengaruhi volume panen. Kualitas buah yang dihasilkan turut menentukan nilai jual di pasaran.
“Harga durian sangat dipengaruhi oleh volume panen dan kualitas buah. Jika panen raya dan pasokan banyak, harga turun, namun ketika pasokan menurun maka harga akan naik,” ujar Sony Setiawan dalam Dialog Pagi RRI Entikong, Jumat (30/1/2026).
Selain produksi, faktor cuaca dan kelancaran distribusi ikut berperan dalam pembentukan harga. Curah hujan tinggi dapat menurunkan mutu buah dan mempercepat pembusukan selama pengiriman.
Ia mengimbau petani meningkatkan praktik budidaya dan penanganan pascapanen. Upaya tersebut diharapkan mampu menjaga kualitas, menekan kerugian, dan membuat harga durian lebih stabil.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....