Angela Bagikan Ilmunya untuk Guru-guru di Sanggau

  • 25 Jan 2026 17:21 WIB
  •  Entikong

RRI.CO.ID, Entikong - Angela Asri Purnamasari, mahasiswi School of Education, University of New England, Australia kembali ke tanah kelahirannya di Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat. Dia kembali dengan ilmu yang dibawanya dari Australia untuk dibagikannya kepada guru-guru di Kabupaten Sanggau.

Guru-guru Bahasa Inggris di Kabupaten Sanggau mendapatkan pelatihan gratis dari Angela Asri Purnamasari. Pelatihan yang bertajuk Mentoring Berbasis Analisis Kebutuhan ini, adalah pilot pengembangan profesional berkelanjutan bagi guru Bahasa Inggris sebagai bahasa asing (English as a Foreign Language/EFL) yang sedang bertugas di Indonesia.

Angela mengatakan, pelatihan ini awalnya direncanakan dilaksanakan di Maluku Utara. Namun, ia berupaya agar program tersebut dapat dilaksanakan di daerah kelahirannya.

“Ini pertama kali dilaksanakan di Indonesia dan akan menjadi referensi bagi Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia (Kemendikti RI) untuk program pengembangan guru melalui metode mentoring di Indonesia. Karena saya orang asli Sanggau, puji Tuhan Kabupaten Sanggau menjadi rekomendasi utama,” kata Angela di Sanggau, Minggu 25 Januari 2026.

Angela menyampaikan, pelatihan ini terlaksana berkat dukungan Beasiswa Pendidikan Indonesia (BPI) Kemendikti yang dikelola oleh Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) Republik Indonesia. Dikatakan, pelatihan ini merupakan salahsatu bentuk pengabdiannya kepada masyarakat, khususnya kepada guru-guru Bahasa Inggris di Kabupaten Sanggau.

"Pelatihan ini dilaksanakan setiap Sabtu, mulai tanggal 24 Januari kemarin sampai 21 Februari 2026 di Aula Kantor Bapenda Kabupaten Sanggau. Program ini juga telah dibuka oleh Bupati Sanggau yang diwakili Kepala Badan Pendapatan Daerah Kabupaten Sanggau, Bapak Wellem Suherman,” katanya.

Angela menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Sanggau yang telah merespons positif serta mendukung pelaksanaan pelatihan ini. Tanpa dukungan pemerintah daerah, menurutnya, pelatihan tersebut akan sulit dilaksanakan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....