Pengorbanan dalam Diri Seperti Garam dan Terang
- 12 Jul 2025 22:19 WIB
- Entikong
KBRN, Entikong: Dalam kehidupan beriman, setiap orang percaya dipanggil untuk menjadi garam dan terang dunia. Menurut Pendeta Anto, Sekretaris Umum GAPPIN Kabupaten Sanggau, nilai dari garam dan terang tidak dapat dipisahkan dari sikap rela berkorban.
"Garam mengasinkan, terang menerangi, keduanya memberi manfaat bagi sesama, bukan untuk dirinya sendiri," ujarnya dalam Obrolan Mutiara Pagi RRI Entikong, Sabtu (12/7/2025).
Ia menjelaskan, menjadi garam dan terang bukan hanya tentang berbuat baik, tetapi juga tentang kesiapan untuk mengorbankan kenyamanan diri demi kebaikan bersama. "Garam akan larut demi memberi rasa, terang akan terbakar demi memberi cahaya. Itulah panggilan kita, memberi dampak, meskipun harus mengorbankan diri," sambungnya.
Ia menekankan, pengorbanan bukan sesuatu yang merugikan, tetapi justeru memperlihatkan nilai sejati dari iman Kristen. Seorang Kristen sejati, menurutnya, tidak mencari pujian, tetapi bersedia hadir di tengah masyarakat sebagai pengubah suasana, seperti garam yang mencegah kebusukan, dan terang yang menuntun di kegelapan.
Lebih lanjut, Pendeta Anto mengajak jemaat untuk memeriksa kembali kehidupan masing-masing. Apakah sudah menjadi garam dan terang? Apakah sudah berani berkorban demi orang lain, meskipun tidak terlihat?
"Kadang pengorbanan kita tidak dihargai manusia, tapi Tuhan mencatat semuanya," katanya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....