Memahami Rukun Puasa Sebagai Syarat Sah Ibadah di Bulan Ramadan
- 23 Feb 2026 10:10 WIB
- Entikong
RRI.CO.ID, Entikong - Puasa merupakan salah satu ibadah wajib bagi umat Islam yang dilaksanakan setiap bulan Ramadan, ibadah ini tidak hanya menahan lapar dan haus, tetapi juga melatih kesabaran, pengendalian diri, serta meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT. Dalam pelaksanaannya, puasa memiliki rukun yang harus dipenuhi agar ibadah tersebut sah secara syariat.
Dasar kewajiban puasa Ramadan tercantum dalam Al-Qur’an, tepatnya dalam Al-Qur'an Surah Al-Baqarah ayat 183, ayat tersebut menegaskan bahwa puasa diwajibkan atas orang-orang beriman sebagaimana telah diwajibkan kepada umat terdahulu agar menjadi pribadi yang bertakwa. Oleh karena itu, memahami rukun puasa menjadi hal penting bagi setiap Muslim.
Rukun puasa yang pertama adalah niat. Niat dilakukan dalam hati sebagai bentuk kesungguhan untuk menjalankan ibadah puasa karena Allah SWT, untuk puasa wajib seperti Ramadan, niat harus dilakukan pada malam hari sebelum terbit fajar, tanpa niat, maka puasa yang dijalankan tidak dianggap sah.
Rukun yang kedua adalah menahan diri dari segala hal yang membatalkan puasa, mulai dari terbit fajar hingga terbenam matahari. Hal-hal yang membatalkan puasa antara lain makan dan minum dengan sengaja, muntah dengan sengaja, berhubungan suami istri di siang hari, serta hal lain yang telah ditetapkan dalam hukum fikih, menahan diri ini bukan hanya secara fisik, tetapi juga menjaga lisan dan perilaku.
Waktu pelaksanaan puasa dimulai sejak terbit fajar hingga matahari terbenam, penanda awal waktu puasa biasanya ditandai dengan azan Subuh, sedangkan berbuka dilakukan saat azan Magrib berkumandang. Ketepatan waktu ini menjadi bagian penting agar ibadah puasa sesuai dengan ketentuan syariat.
Selain rukun, terdapat pula syarat wajib dan syarat sah puasa, seperti beragama Islam, baligh, berakal, serta mampu menjalankannya. Meski demikian, orang yang sakit, dalam perjalanan jauh, atau memiliki kondisi tertentu diberikan keringanan sesuai ketentuan agama, hal ini menunjukkan bahwa Islam memberikan kemudahan dan tidak memberatkan umatnya.
Dengan memahami rukun puasa, umat Islam diharapkan dapat menjalankan ibadah Ramadan dengan benar dan penuh kesadaran. Puasa bukan sekadar rutinitas tahunan, tetapi momentum untuk memperbaiki diri, meningkatkan keimanan, serta mempererat hubungan dengan Allah SWT dan sesama manusia.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....