Merasa Paling Banyak Beribadah, Hati-hati Amal Bisa Gugur
- 19 Feb 2026 12:02 WIB
- Entikong
RRI.CO.ID, Entikong - Ramadan sering kali menjadi ajang memperbanyak ibadah, mulai dari puasa, sedekah, hingga membaca Al-Qur’an. Namun di balik semangat itu, ada satu hal yang perlu diwaspadai, yakni rasa bangga berlebihan terhadap amal yang dilakukan.
Penghulu KUA Kecamatan Entikong, Nanang Ripani, mengingatkan agar umat Islam tidak terjebak pada perasaan puas dan merasa paling banyak beribadah. Ia menekankan bahwa hakikat puasa adalah ibadah yang sepenuhnya milik Allah SWT.
“Jangan bangga dengan amal ibadah kita karena kita tidak tahu apakah itu diterima atau tidak. Puasa itu untuk Allah dan Allah sendiri yang akan membalasnya,” ujar Nanang dalam Obrolan Mutiara Pagi Islam RRI Entikong, Kamis 19 Februari 2026.
Nanang menjelaskan bahwa rasa bangga, riya, dan merasa lebih baik dari orang lain bisa menjadi hama bagi amal ibadah. Menurutnya, tanpa disadari, sikap tersebut dapat menggerus nilai pahala yang telah dikumpulkan.
“Bisa jadi kita rajin berpuasa dan bersedekah, tetapi hati kita dipenuhi kesombongan. Jika itu terjadi, maka amal yang kita banggakan justru terancam sia-sia,” jelasnya.
Ia mengatakan bahwa manusia tidak pernah mengetahui secara pasti apakah amalnya diterima di sisi Allah SWT. Kesadaran itu seharusnya membuat setiap muslim lebih rendah hati dan terus memperbaiki diri.
“Puasa adalah ibadah yang sangat istimewa karena Allah sendiri yang menjanjikan balasannya. Maka tugas kita adalah menjaga niat dan keikhlasan agar tetap lurus,” ungkapnya.
Nanang berharap Ramadan menjadi momen untuk menata hati, bukan sekadar memperbanyak ritual. Ia mengimbau umat Islam agar beribadah dengan tulus dan rendah hati, sehingga puasa benar-benar bernilai dan diridhai Allah SWT.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....