Filosofi “Marhaban ya Ramadan”, Tamu Agung Penuh Keberkahan
- 18 Feb 2026 16:10 WIB
- Entikong
RRI.CO.ID, Entikong — Menyambut Ramadan bukan sekadar tradisi tahunan atau ucapan seremonial semata, tetapi panggilan untuk mempersiapkan hati dan jiwa menyambut bulan penuh keberkahan. Ucapan “Marhaban ya Ramadan” mengandung makna mendalam sebagai bentuk kerinduan, harapan, dan kesiapan spiritual umat Islam.
Ramadan pun bukan hanya bulan yang datang dan pergi setiap tahun, melainkan momentum suci untuk memperkuat iman dan meningkatkan kualitas ibadah. Pelaksana KUA Kecamatan Sekayam, Kadarusno, menegaskan pentingnya memahami makna tersebut agar Ramadan benar-benar membawa perubahan dalam diri setiap muslim.
| Baca juga: Ramadan Momentum Raih Berkah dan Ampunan |
“Marhaban ya Ramadan berarti selamat datang wahai tamu agung yang penuh keberkahan. Kita menyambutnya dengan lapang dada dan kegembiraan,” ungkap Kadarusno dalam Obrolan Mutiara Pagi Islam RRI Entikong, Rabu 18 Februari 2026.
Kadarusno menjelaskan kata marhaban berasal dari akar kata yang bermakna luas atau lapang. Ia mengatakan penyambutan Ramadan seharusnya disertai kesiapan hati untuk memperbaiki diri.
“Ramadan adalah tamu agung yang membawa peluang besar untuk meningkatkan kualitas ibadah. Karena itu kita harus mempersiapkan diri agar dapat memanfaatkannya secara maksimal,” jelasnya .
Ia mengatakan Ramadan diibaratkan sebagai ruang luas untuk memperbaiki perjalanan hidup. Ia menambahkan bulan ini menjadi momentum untuk membersihkan dosa dan memperkuat keimanan.
“Ramadan disebut demikian karena memiliki makna membakar dosa-dosa. Bulan ini menjadi kesempatan untuk mengasah jiwa melalui ibadah dan pengendalian diri,” ujarnya.
Kadarusno berharap umat Islam menyambut Ramadan dengan kegembiraan dan kesungguhan. Ia menekankan agar bulan suci ini dijadikan sarana memperbaiki kualitas spiritual secara menyeluruh.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....