Menjadi Pribadi Bersyukur Ditengah Berbagai Ujian Hidup

  • 13 Feb 2026 10:56 WIB
  •  Entikong

RRI.CO.ID, Entikong – Bulan suci Ramadhan selalu menjadi momentum istimewa bagi umat Islam untuk berbenah diri. Lebih dari sekadar menahan lapar dan haus, Ramadhan menghadirkan ruang refleksi untuk memperkuat disiplin ibadah, menjaga lisan, serta menumbuhkan rasa syukur di tengah berbagai ujian kehidupan.

Ramadhan juga menjadi titik balik untuk membangun kebiasaan-kebiasaan sederhana yang berdampak besar bagi kualitas spiritual dan sosial. Mulai dari memperbaiki ketepatan waktu salat, meningkatkan interaksi dengan Al-Qur’an, hingga menjaga sikap dan tutur kata dalam pergaulan sehari-hari.

Pelaksana Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Kembayan, Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sanggau, Deni Akbar, menilai bulan suci ini sebagai kesempatan emas untuk introspeksi dan pertumbuhan diri. Menurutnya, setiap individu pasti menghadapi tantangan baik persoalan ekonomi, keluarga, kesehatan, maupun dinamika sosial dan di situlah nilai syukur serta kesabaran benar-benar diuji.

“Ramadhan mengajarkan kita untuk mensyukuri nikmat dalam setiap keadaan, termasuk saat diuji. Perubahan bisa dimulai dari hal-hal sederhana seperti disiplin salat, memperbaiki akhlak kepada sesama, hingga menjaga lisan dari hal-hal negatif,” ungkap Deni dalam Obrolan Mutiara Pagi RRI Entikong, Jumat 13 Februari 2026.

Ia menjelaskan, kebiasaan kecil yang dilakukan secara konsisten selama Ramadhan akan membentuk karakter yang lebih kuat dan optimistis. Memperbanyak dzikir, membaca Al-Qur’an setiap hari, serta memperbaiki hubungan dengan sesama merupakan langkah nyata membangun pribadi yang lebih bersyukur dan berempati.

Menurut Deni, tantangan hidup tidak seharusnya membuat seseorang larut dalam keluhan. Sebaliknya, cobaan dapat dijadikan sarana introspeksi untuk memperbaiki kualitas ibadah sekaligus meningkatkan kepedulian sosial terhadap sesama.

Lebih jauh, ia mengajak masyarakat menjadikan Ramadhan sebagai awal transformasi diri yang berkelanjutan. Kebiasaan baik yang dibangun selama bulan suci diharapkan tidak berhenti ketika Ramadhan usai, melainkan terus dirawat dalam kehidupan sehari-hari.

“Ramadhan tidak boleh hanya menjadi rutinitas tahunan. Ia harus menjadi sarana membentuk pribadi yang penuh syukur, sabar, dan selalu berupaya menjadi lebih baik,” ujarnya.

Dengan semangat tersebut, Ramadhan diharapkan tidak hanya menghadirkan perubahan spiritual sementara, Namun kata Deni juga melahirkan pribadi-pribadi yang lebih matang secara iman dan lebih peduli terhadap lingkungan sosialnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....