Kemendikdasmen Fasilitasi Pendidikan Anak PMI di Sarawak
- 09 Jul 2026 20:30 WIB
- Entikong
RRI.CO.ID, Entikong – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) memperluas akses pendidikan bagi anak-anak Pekerja Migran Indonesia (PMI). Sebanyak 22 siswa Community Learning Center (CLC) di Sarawak menerima Beasiswa Gema Cita 2026 untuk melanjutkan pendidikan jenjang SMA, SMK, dan Madrasah Aliyah di Indonesia.
Konsul Jenderal Republik Indonesia di Kuching, Abdullah Zulkifli mengungkapkan, tahun ini Kemendikdasmen memberikan beasiswa kepada para anak-anak Pekerja Migran Indonesia dari Community Learning Center (CLC) Sarawak. Program tersebut menjadi bagian dari komitmen pemerintah memastikan anak-anak PMI tetap memperoleh hak pendidikan yang berkualitas meski tumbuh di luar negeri.
“Terdapat 22 anak-anak PMI dari CLC di Sarawak tahun ini yang mendapatkan Beasiswa GEMA CITA, dari koodinasi kami bersama Kementerian Pendidikan di tanah air,” ungkap Abdullah Zulkifli, Kamis 9 Juli 2026.
Konjen Abdullah menyampaikan, sebanyak 22 penerima beasiswa berasal dari sembilan CLC yang tersebar di berbagai wilayah Sarawak. Mereka akan melanjutkan pendidikan di enam provinsi, yakni Jawa Timur, Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta, Jawa Barat, Banten, dan Sulawesi Selatan.

Selain memfasilitasi keberangkatan, sebut Abdullah, KJRI Kuching juga mendampingi seluruh proses mulai dari pembinaan selama belajar di CLC, pengurusan dokumen keimigrasian, pembekalan, hingga koordinasi dengan sekolah penerima dan orang tua siswa. Pendampingan tersebut dilakukan agar proses transisi pendidikan berlangsung aman dan lancar di tanah air.
“Semua dokumen yang di butuhkan anak-anak kita sudah lengkap, termasuk proses administrasinya di Sekolah yang akan di tuju masing-masing daerah, harapannya mereka bisa melanjutkan cita-cita dan masa depannya di tanah air,” ucapnya.
Abdullah juga mengapresiasi dukungan Kemendikdasmen, guru CLC, perusahaan pengelola CLC di Sarawak, dan seluruh mitra yang terus membuka akses pendidikan bagi anak-anak PMI. Menurutnya, sinergi tersebut menjadi bukti bahwa negara hadir menjamin hak pendidikan seluruh warga negara Indonesia tanpa membedakan tempat tinggal.
"Kami berharap mereka kembali sebagai generasi yang cerdas, berkarakter, dan mampu menjadi inspirasi bagi anak-anak PMI lainnya. Pendidikan adalah jalan terbaik untuk memutus rantai keterbatasan dan membuka masa depan yang lebih baik," katanya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....