KJRI Kuching Lepas 22 Anak PMI Peraih Beasiswa
- 09 Jul 2026 19:19 WIB
- Entikong
RRI.CO.ID, Entikong – Sebanyak 22 anak Pekerja Migran Indonesia (PMI) di Sarawak, Malaysia diberangkatkan untuk melanjutkan pendidikan menengah di Indonesia melalui program Beasiswa Gema Cita 2026 dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen). Pelepasan yang dilakukan di Pos Lintas Batas Tebedu–Entikong itu dilakukan dengan pendampingan dari Konsul Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Kuching
Konsul Jenderal Republik Indonesia di Kuching, Abdullah Zulkifli mengatakan, kesempatan menempuh pendidikan di Indonesia merupakan amanah yang harus dimanfaatkan sebaik mungkin. Menurutnya, pendidikan menjadi bekal utama bagi generasi muda untuk membangun masa depan sekaligus berkontribusi bagi bangsa.
"Pendidikan adalah sayap yang akan membawa kalian terbang ke tempat-tempat yang jauh atau pulang kampung untuk memberikan pengabdian. Karena itu, perkuat sayap kalian dengan fokus mengembangkan diri dan menguasai ilmu pengetahuan melalui pendidikan," kata Abdullah saat melepas para penerima beasiswa melalui PLBN Entikong, Kamis 9 Juli 2026.
Ia menyampaikan, para penerima beasiswa merupakan generasi muda yang membawa harapan keluarga sekaligus negara. Karena itu, mereka diminta menjaga disiplin, berprestasi, dan memanfaatkan kesempatan belajar sebagai bekal membangun Indonesia di masa depan.
"Kesempatan ini tidak datang kepada semua orang. Belajarlah dengan sungguh-sungguh, bangun karakter yang baik, dan jadilah generasi yang mampu memberi manfaat bagi masyarakat, bangsa, dan negara," ujarnya.

Disebutkan, dari 22 penerima Beasiswa Gema Cita berasal dari sembilan Community Learning Center (CLC) di sejumlah perusahaan perkebunan yang tersebar di Sarawak. Masing-masing dari CLC Ladang 3 SPAD, CLC Ladang Galasah, CLC Ladang Ladong, CLC Retus Rantau, CLC Wilmar Saremas, CLC Wilmar Segarmas, CLC Rinwood Pelita, CLC Ladang Rajawali, dan TKB Melur Gemilang.
Dikatakan, anak-anak CLC peraih beasiswa tersebut akan melanjutkan pendidikan di enam provinsi, yakni Jawa Timur dan Jawa Tengah masing-masing enam siswa, Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Barat masing-masing tiga siswa, serta Banten dan Sulawesi Selatan masing-masing dua siswa. Selain itu, sejumlah lulusan CLC lainnya juga kembali ke Indonesia secara mandiri untuk melanjutkan pendidikan.
“Jadi mereka akan melanjutkan pendidikan pada jenjang SMA, SMK, dan Madrasah Aliyah yang tersebar di enam provinsi di Indonesia, ada juga yang melanjutkan sekolah di Indonesia secara mandiri,” katanya.
Abdullah menjelaskan, keberhasilan pemberangkatan tersebut merupakan hasil sinergi antara Kemendikdasmen, KJRI Kuching, pengelola CLC, sekolah penerima, dan berbagai pemangku kepentingan lainnya. Sedangkan KJRI Kuching, sambungnya, berperan mengawal seluruh proses keberangkatan, mulai dari pembinaan selama siswa belajar di CLC, pengurusan dokumen keimigrasian, pembekalan, hingga koordinasi dengan sekolah penerima, perusahaan pengelola CLC, guru, dan orangtua siswa.
"Kami berharap mereka kembali sebagai generasi Indonesia yang unggul, berkarakter, dan mampu mengabdikan ilmu yang diperoleh untuk membangun daerah serta bangsa. Pendidikan adalah investasi terbaik bagi masa depan Indonesia," ucap Abdullah.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....