Pendidikan Anak PMI Jadi Perhatian Utama KJRI Kuching
- 01 Des 2025 11:17 WIB
- Entikong
KBRN, Entikong: Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Kuching menegaskan komitmennya untuk memastikan anak-anak Pekerja Migran Indonesia (PMI) di Sarawak tetap memperoleh layanan pendidikan yang layak. Saat ini, terdapat 2.925 anak Indonesia yang menjalani pendidikan di Community Learning Centre (CLC) di berbagai perkebunan kelapa sawit di wilayah Sarawak, Malaysia.
Konsul Jenderal RI-Kuching, Abdullah Zulkifli menjelaskan, ribuan anak tersebut tersebar di 62 CLC aktif, meskipun jumlah keseluruhan CLC yang terdaftar mencapai lebih dari 70 unit. Ia menilai, keberadaan CLC sangat penting untuk memastikan anak-anak PMI tetap mendapatkan pendidikan meski tinggal di kawasan perkebunan yang lokasinya berjauhan.
“Kami melihat peran CLC ini sangat penting, demi pendidikan anak-anak pekerja migran Indonesia yang ada di sejumlah perkebunan di Sarawak, maka dari itu kita concern pada point ini,” ungkap Abdullah Zulkifli, Senin (1/12/2025).
Zulkifli menjelaskan, untuk memenuhi kebutuhan guru, CLC dibantu oleh guru bina dari Kementerian Pendidikan Indonesia serta guru pamong atau guru bantu yang direkrut oleh perusahaan perkebunan kelapa sawit. Namun, ketimpangan antara jumlah guru dan murid menjadi tantangan tersendiri karena satuan pengajar harus melayani jenjang TK hingga kelas 6 SD dengan jarak antar-CLC yang cukup jauh.

Suasana disalah satu CLC di Sarawak.
“Untuk saat ini, guru masih kurang yang disiapkan dari Kementerian Pendidikan, sehingga kami terus komunikasi dengan pihak perusahaan agar mendukung penyediaan tenaga pendidik dari pekerja,” ujarnya.
Zulkifli menambahkan, pihaknya terus mendorong agar anak-anak Indonesia di Sarawak tetap bisa menikmati hak pendidikan sebagaimana anak-anak di tanah air. Tantangan lain yang perlu segera diatasi adalah terkait status para guru CLC yang masih memerlukan kejelasan.
"KJRI Kuching telah berkoordinasi dengan berbagai otoritas setempat, termasuk Kementerian Pembangunan Kanak-kanak dan State Secretary Sarawak, guna memperkuat dukungan terhadap penyelenggaraan pendidikan anak PMI di wilayah tersebut," katanya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....