Begini Sensasi Rasa Memasak Ayam dalam Bambu

  • 25 Sep 2025 09:19 WIB
  •  Entikong

KBRN, Entikong: Memasak ayam dalam bambu merupakan salah satu teknik kuliner tradisional yang masih lestari di berbagai daerah di Indonesia, terutama di Kalimantan, Sumatra, hingga Papua. Cara memasak ini tidak hanya menghasilkan cita rasa yang khas, tetapi juga sarat dengan nilai budaya yang diwariskan turun-temurun. Bambu dipilih sebagai wadah alami karena mampu memberikan aroma harum yang meresap ke dalam masakan.

Bahan utama yang digunakan biasanya adalah potongan ayam kampung yang dicampur dengan bumbu rempah khas daerah, seperti serai, lengkuas, jahe, bawang merah, bawang putih, cabai, serta tambahan daun pisang untuk melapisi bagian dalam bambu. Kombinasi rempah ini menghasilkan aroma segar yang berpadu dengan wangi bambu ketika dimasak di atas bara api.

Proses memasaknya pun unik. Ayam berbumbu yang sudah dimasukkan ke dalam ruas bambu ditutup dengan daun pisang, kemudian dibakar atau dipanggang di atas bara api hingga matang. Panas dari bara api membuat bambu mengeluarkan aroma alami yang meresap ke dalam daging ayam, sehingga menghasilkan rasa gurih, smoky, sekaligus lembut.

Di beberapa daerah, hidangan ini dikenal dengan sebutan berbeda. Masyarakat Dayak menyebutnya dengan "Pansoh Ayam", sedangkan di Papua dikenal dengan "Ayam Bakar Bambu". Selain sebagai hidangan sehari-hari, ayam dalam bambu juga sering dihidangkan saat acara adat, perayaan panen, hingga pesta keluarga. Hal ini menunjukkan bahwa kuliner tradisional tidak hanya tentang rasa, tetapi juga tentang kebersamaan dan simbol persatuan.

Hidangan ayam dalam bambu kini mulai populer kembali, terutama di restoran atau festival kuliner nusantara. Kehadiran menu ini tidak hanya memanjakan lidah, tetapi juga mengingatkan kita pada kekayaan tradisi leluhur. Melestarikan cara memasak ayam dalam bambu berarti menjaga identitas kuliner Indonesia agar tetap dikenal oleh generasi mendatang.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....