Fenomena Konten Mukbang, Betulkah Meningkatkan Selera Makan Penonton?
- 01 Jun 2025 18:43 WIB
- Entikong
KBRN, Entikong: Konten mukbang, gabungan dari kata Korea “muk-ja” (makan) dan “bang-song” (siaran), menjadi salah satu tren digital yang paling populer dalam beberapa tahun terakhir. Dalam video mukbang, seorang kreator menyantap makanan dalam jumlah besar sambil berbicara kepada audiens, terkadang dengan efek suara kunyahan (ASMR) yang diperkuat. Fenomena ini tidak hanya menjangkau Korea Selatan sebagai negara asalnya, tapi juga menjadi daya tarik global, termasuk di Indonesia.
Banyak penonton mengaku merasa lapar atau tergugah selera makan setelah menonton mukbang. Hal ini tak lepas dari tampilan visual makanan yang menggugah dan suara makan yang menstimulasi indera. Bagi sebagian orang, menonton mukbang terasa seperti "makan bersama secara virtual", yang bisa memberi kenyamanan, terutama bagi mereka yang tinggal sendiri atau merasa kesepian.
Namun, apakah mukbang benar-benar meningkatkan selera makan secara ilmiah? Beberapa penelitian menyebutkan bahwa paparan visual terhadap makanan, apalagi yang disajikan secara menarik, dapat memicu nafsu makan melalui stimulasi area otak yang berkaitan dengan rasa lapar. Dalam konteks ini, mukbang bisa berperan sebagai semacam pemicu psikologis, terutama jika penonton sedang dalam kondisi lapar atau lelah secara emosional.
Meski demikian, tidak semua efek mukbang bersifat positif. Ada juga yang justru merasa eneg atau muak, terutama saat melihat makanan dalam jumlah ekstrem atau cara makan yang dianggap berlebihan. Selain itu, kekhawatiran muncul soal dampak normalisasi pola makan tidak sehat dan konsumsi berlebih yang dapat ditiru penonton tanpa memahami risiko kesehatannya.
Jadi, efek mukbang terhadap selera makan sangat subjektif dan tergantung pada kondisi psikologis serta kebiasaan masing-masing individu. Bagi sebagian orang, mukbang bisa menjadi hiburan sekaligus stimulan makan yang efektif, sementara bagi yang lain justru membuat kehilangan selera. Oleh karena itu, penting bagi penonton untuk menyikapi konten ini dengan bijak dan memahami batas antara hiburan dan kebiasaan makan yang sehat.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....