Hati-hati Ya! Stres dapat Sebabkan Gula Darah Naik
- 19 Sep 2024 07:26 WIB
- Entikong
KBRN, Entikong: Stres merupakan kondisi mental dan fisik yang dapat mempengaruhi berbagai aspek kesehatan, termasuk kadar gula darah. Ketika seseorang mengalami stres, tubuh merespons dengan memproduksi hormon-hormon tertentu seperti kortisol dan adrenalin. Hormon-hormon ini memiliki peran penting dalam "respons melawan atau lari" (fight or flight), yaitu mekanisme tubuh untuk menghadapi situasi yang dianggap mengancam. Namun, salah satu efek samping dari peningkatan hormon stres ini adalah lonjakan kadar gula darah.
Saat stres terjadi, kortisol memicu hati untuk melepaskan lebih banyak glukosa ke dalam aliran darah. Glukosa tambahan ini bertujuan untuk menyediakan energi ekstra bagi tubuh agar siap merespons ancaman. Namun, dalam kehidupan sehari-hari yang penuh dengan stres emosional atau pekerjaan, lonjakan gula darah ini seringkali tidak terpakai dan justru menumpuk dalam aliran darah. Bagi mereka yang sehat, tubuh biasanya mampu mengelola glukosa tambahan ini dengan baik. Namun, bagi penderita diabetes atau mereka yang berisiko, lonjakan ini bisa menjadi berbahaya.
Selanjutnya, stres kronis, yaitu stres yang berlangsung dalam jangka waktu lama, dapat memperburuk kontrol gula darah. Kortisol yang terus-menerus tinggi menyebabkan kadar gula darah meningkat secara konsisten, yang bisa menyebabkan resistensi insulin. Resistensi insulin adalah kondisi di mana sel-sel tubuh menjadi kurang responsif terhadap insulin, sehingga tubuh kesulitan menurunkan kadar gula darah dengan baik. Kondisi ini bisa menjadi pemicu utama diabetes tipe 2.
Selain itu, stres dapat memengaruhi perilaku makan seseorang. Beberapa orang cenderung mencari makanan tinggi gula dan karbohidrat saat merasa stres sebagai bentuk penghiburan. Konsumsi makanan semacam ini dalam jumlah berlebih tentu saja akan meningkatkan kadar gula darah dengan cepat. Ditambah lagi, stres juga bisa mengganggu kualitas tidur dan menyebabkan kelelahan, yang pada gilirannya membuat seseorang lebih cenderung mengonsumsi makanan tidak sehat.
Pengelolaan stres yang baik sangat penting untuk menjaga kadar gula darah tetap stabil. Teknik relaksasi seperti meditasi, pernapasan dalam, dan olahraga ringan dapat membantu mengurangi produksi hormon stres dan menstabilkan kadar gula darah. Berolahraga, misalnya, tidak hanya membantu melepaskan stres, tetapi juga meningkatkan sensitivitas insulin, yang membantu tubuh memproses gula darah dengan lebih baik.
Pada akhirnya, memahami keterkaitan antara stres dan gula darah adalah langkah penting bagi siapa pun yang ingin menjaga keseimbangan gula darah mereka, terutama bagi penderita diabetes. Pengelolaan stres yang tepat, pola makan yang sehat, serta aktivitas fisik yang teratur akan memberikan dampak positif terhadap kesehatan secara keseluruhan dan mencegah lonjakan gula darah yang tidak terkontrol.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....