Mengenal Penyebab Benjolan di Dada
- 02 Feb 2024 19:20 WIB
- Entikong
KBRN, Entikong: Benjolan di dada memiliki bentuk dan ukuran yang berbeda-beda, tergantung pada penyebabnya. Benjolan yang ukurannya tetap dan tanpa disertai rasa nyeri biasanya cenderung tidak berbahaya.
Benjolan tersebut juga umumnya tidak berbahaya dan akan menghilang dengan sendirinya. Ada beberapa kondisi yang menyebabkan benjolan di dada dan masing-masing memiliki gejala yang berbeda. Berikut ini adalah penjelasannya:
1. Lipoma
Penyebab pasti lipoma masih belum diketahui, tetapi ada beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko terjadinya lipoma, seperti berusia antara 40–60 tahun dan faktor genetik.
Lipoma adalah benjolan lemak yang bisa tumbuh di bawah kulit mana pun, termasuk bagian dada. Benjolan karena lipoma mudah bergerak saat disentuh, tidak terasa nyeri, dan tumbuh secara perlahan. Namun, benjolan lipoma dapat mengganggu jika ukurannya cukup besar.
2. Pectus carinatum
Benjolan di dada juga dapat disebabkan oleh kelainan bawaan berupa pectus carinatum atau yang disebut sebagai pigeon chest. Kelainan ini disebabkan oleh pertumbuhan berlebih tulang rawan yang menghubungkan tulang rusuk dengan tulang dada, sehingga membuat dada menonjol menyerupai dada burung.
3. Kutil
Kutil adalah benjolan yang disebabkan oleh infeksi virus human papilloma (HPV). Benjolan di dada karena kutil terasa kasar saat disentuh, berwarna cokelat atau hitam, dan berbentuk seperti kubah.
Virus HPV penyebab kutil memiliki pertumbuhan yang cepat dan bisa menyerang bagian kulit mana pun, termasuk bagian dada. Penyebarannya berasal dari kontak langsung dengan penderita maupun kontak tidak langsung melalui pemakaian handuk atau barang-barang pribadi milik penderita.
4. Abses
Abses merupakan benjolan yang terjadi akibat penumpukan nanah yang disebabkan oleh infeksi bakteri, terutama bakteri Staphylococcus. Ketika bakteri masuk ke dalam tubuh, sistem kekebalan mengirimkan sel darah putih untuk melawan infeksi. Proses ini dapat menyebabkan peradangan dan kematian jaringan di sekitarnya, sehingga mengakibatkan terbentuknya kantung abses yang berisi nanah.
5. Kista
Kista juga bisa menyebabkan munculnya benjolan di dada. Kista adalah benjolan di bawah kulit yang berisi cairan radang, darah, udara, atau benda padat seperti rambut. Bila terinfeksi serta berisi nanah, benjolan kista akan menjadi abses.
Kista disebabkan oleh penyumbatan saluran dalam tubuh, kerusakan sel, atau kelainan genetik. Benjolan kista tidak menular dan terbentuk dalam jangka waktu yang lama.
6. Tumor
Tumor terbentuk dari produksi sel-sel baru yang berlebihan, sehingga sel-sel tersebut menumpuk dan membentuk benjolan, termasuk benjolan di dada. Tumor bisa bersifat jinak maupun ganas.
Tumor jinak tidak akan menyerang sel-sel normal di sekitarnya dan tidak menyebar ke bagian tubuh lain. Sebaliknya, tumor ganas terjadi akibat pertumbuhan sel-sel tidak normal yang tidak terkendali, sehingga menyebar dan merusak sel-sel normal di sekitarnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....