Alergi Udang

  • 01 Agt 2022 23:12 WIB
  •  Entikong

KBRN, Entikong - Udang adalah salah satu makanan laut atau seafood yang banyak digemari oleh masyarakat. Udang juga bisa diolah menjadi terasi, kerupuk, kaldu, dan sebagainya. Meski demikian, ada sebagian orang yang tidak dapat menikmati udang lantaran alergi terhadap makanan laut ini. Seperti apa ciri-ciri alergi udang dan bagaimana pengobatannya?

Alergi udang adalah salah satu jenis alergi kerang-kerangan (shellfish). Alergi jenis ini menyebabkan reaksi alergi setelah mengonsumsi hewan laut bercangkang.

Orang dengan alergi udang bisa saja tidak memiliki alergi seafood atau makanan laut lainnya. Ada dua jenis hewan laut yang yang termasuk di dalam alergi kerang-kerangan yaitu:

  • Krustasea (berkulit keras) seperti udang, udang karang, kepiting, dan lobster.
  • Moluska (hewan lunak bercangkang) seperti kerang, tiram, dan remis.

Cleveland Clinic menjelaskan siapa pun dapat mengembangkan reaksi alergi ini sekalipun belum pernah mengalaminya.

Meskipun dapat terjadi pada semua usia, penyakit ini lebih sering muncul pada orang dewasa daripada anak-anak.

Apabila memiliki alergi jenis ini, Anda biasanya juga memiliki alergi terhadap jenis hewan laut bercangkang yang lain.

Namun, hewan laut jenis krustasea lebih sering menyebabkan reaksi alergi daripada jenis moluska.

Reaksi alergi akibat udang adalah akibat dari respons sistem kekebalan tubuh terhadap protein dalam daging udang yang disebut tropomiosin.

Mengutip dari Mayo Clinic berikut beberapa gejala reaksi yang biasanya timbul.

  • Gatal-gatal atau eksim (kulit memerah dan meradang).
  • Pembengkakan pada bibir, wajah, lidah dan tenggorokan, atau bagian tubuh lainnya.
  • Hidung tersumbat atau kesulitan bernapas.
  • Sakit perut, diare, mual, atau muntah.
  • Pusing, sakit kepala ringan, bahkan pingsan.

Alergi jenis ini bisa menyebabkan reaksi parah dan berpotensi mengancam jiwa yang dikenal sebagai syok anafilaksis.

Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....