Jangan Asal Minum, Kenali Ciri Air Sehat saat Musim Kemarau
- 24 Jul 2026 21:15 WIB
- Entikong
RRI.CO.ID, Entikong – Musim kemarau tidak hanya menyebabkan berkurangnya ketersediaan air bersih, tetapi juga meningkatkan risiko pencemaran air dan makanan yang dapat memicu berbagai penyakit berbasis lingkungan. Kondisi tersebut mendorong masyarakat untuk lebih memperhatikan kualitas air dan keamanan pangan selama cuaca panas berlangsung.
Muhammad Zaenuri, Petugas Loka Kekarantinaan Kesehatan (LKK) Entikong mengatakan, kualitas air bersih menjadi salah satu aspek yang perlu mendapat perhatian selama musim kemarau. Menurutnya, air yang aman digunakan harus memenuhi tiga indikator utama, yakni tidak berwarna, tidak berbau, dan tidak berasa.
"Air yang akan dikonsumsi sebaiknya direbus hingga benar-benar matang untuk mengurangi risiko penyakit. Tempat penyimpanan air juga harus bersih dan tertutup agar tidak mudah tercemar oleh bakteri maupun mikroorganisme lainnya," ujarnya dalam Obrolan Indonesia Sehat di RRI Sanggau, Jumat 24 Juli 2026.
Zaenuri menjelaskan, masyarakat yang memanfaatkan air sumur juga perlu memastikan kualitas air sebelum dikonsumsi. Ia mengatakan air yang tampak keruh atau tidak memenuhi kriteria air bersih sebaiknya diolah terlebih dahulu agar lebih aman digunakan.
| Baca juga: Mengatasi Batuk yang Di Sertai Sakit Perut |
"Kalau air sumur tidak memenuhi kriteria air bersih, misalnya berwarna atau keruh, sebaiknya dilakukan filtrasi terlebih dahulu sebelum dimasak hingga matang. Dengan begitu, air menjadi lebih aman untuk dikonsumsi," katanya.
Selain kualitas air, Zaenuri juga menyoroti pentingnya menjaga keamanan pangan selama cuaca panas. Menurutnya, suhu udara yang tinggi dapat mempercepat pertumbuhan bakteri sehingga makanan lebih mudah tercemar apabila tidak disimpan dengan benar.
"Cuaca panas dapat mempercepat pertumbuhan bakteri pada makanan. Karena itu, makanan sebaiknya selalu ditutup, bahan makanan mentah disimpan pada suhu yang aman, dan masyarakat sebaiknya mengurangi konsumsi makanan atau minuman yang kebersihannya diragukan," jelasnya.
Ia mengimbau masyarakat membiasakan pola hidup bersih dan sehat dengan menjaga kualitas air, memperhatikan keamanan makanan, serta mengelola lingkungan secara baik selama musim kemarau. Menurut Zaenuri, langkah-langkah tersebut dapat membantu mengurangi risiko penyakit berbasis lingkungan sekaligus melindungi kesehatan keluarga.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....