Jangan Tunggu Haus, Kenali Gejala Dehidrasi sebelum Terlambat
- 24 Jul 2026 21:14 WIB
- Entikong
RRI.CO.ID, Entikong – Cuaca panas yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir meningkatkan risiko dehidrasi pada masyarakat, terutama bagi mereka yang banyak beraktivitas di luar ruangan. Kondisi tersebut perlu diwaspadai karena dehidrasi tidak hanya ditandai dengan rasa haus, tetapi juga dapat berkembang menjadi gangguan kesehatan yang lebih serius.
Dokter Umum Puskesmas Entikong, Heribertus Edo Tigit menjelaskan, masyarakat perlu mengenali gejala dehidrasi sejak dini agar dapat segera mengambil langkah penanganan sebelum kondisi memburuk. Menurutnya, pemahaman terhadap tanda-tanda awal dehidrasi menjadi kunci untuk mencegah kondisi yang lebih berat.
| Baca juga: Tips Jaga Daya Tahan Tubuh Saat Cuaca Panas |
"Gejala dehidrasi ringan biasanya ditandai dengan mulut kering, frekuensi buang air kecil berkurang, warna urine menjadi lebih pekat, dan tubuh terasa lebih lelah dari biasanya. Kalau gejala ini diabaikan, kondisinya bisa berkembang menjadi lebih serius sehingga masyarakat perlu segera melakukan penanganan," ujar Edo dalam Obrolan Indonesia Sehat di RRI Sanggau, Jumat 24 Juli 2026.
Ia menambahkan, dehidrasi yang tidak segera ditangani dapat berkembang menjadi gangguan kesehatan yang lebih berat. Kondisi tersebut dapat menyebabkan pusing, jantung berdebar, kulit semakin kering, hingga penurunan kesadaran yang membutuhkan pertolongan medis.
"Kalau sudah muncul pusing, berdebar-debar, hingga penurunan kesadaran, jangan ditunda untuk datang ke puskesmas atau fasilitas kesehatan terdekat. Penanganan yang cepat akan membantu mencegah komplikasi akibat kekurangan cairan," kata Edo.
Ia mengatakan, cuaca panas menyebabkan tubuh kehilangan cairan dan elektrolit lebih cepat melalui keringat. Akibatnya, keseimbangan cairan dalam tubuh terganggu sehingga berbagai keluhan kesehatan lebih mudah muncul apabila kebutuhan cairan tidak segera dipenuhi.
"Jangan menunggu haus baru minum. Kenali sinyal tubuh sejak awal, gunakan pakaian yang longgar dan menyerap keringat, serta beristirahat di tempat yang teduh apabila harus beraktivitas di luar ruangan agar kesehatan tetap terjaga," ucapnya.
Edo berharap masyarakat semakin peduli terhadap kondisi tubuh selama cuaca panas masih berlangsung. Ia mengimbau masyarakat untuk mengenali gejala dehidrasi lebih awal, agar risiko gangguan kesehatan akibat cuaca panas dapat diminimalkan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....