Bepergian saat Flu? Berikut Efek yang Bisa Membahayakan Penumpang Lain
- 10 Jul 2026 20:55 WIB
- Entikong
RRI.CO.ID, Entikong - Keinginan untuk tetap bepergian meski kondisi tubuh kurang sehat masih menjadi kebiasaan yang kerap dilakukan sebagian masyarakat. Padahal, keputusan memaksakan perjalanan saat tubuh sedang tidak fit bukan hanya memperlambat proses pemulihan, tetapi juga meningkatkan risiko penularan penyakit kepada orang lain.
Kristuadi Novan, Anggota Tim Kerja Pengawasan Faktor Risiko Kesehatan Orang, Kegawatdaruratan, dan Situasi Khusus LKK Entikong mengingatkan, menjaga kondisi tubuh selama perjalanan sama pentingnya dengan menyiapkan tujuan maupun jadwal keberangkatan. Berbagai langkah sederhana dapat dilakukan agar tubuh tetap bugar sekaligus terhindar dari gangguan kesehatan selama bepergian.
"Prioritaskan hidrasi tubuh dengan minum air putih secara berkala, pilih makanan yang bersih dan higienis, serta lakukan peregangan apabila menempuh perjalanan jauh. Kebiasaan sederhana tersebut mampu membantu menjaga kebugaran tubuh sehingga perjalanan tetap nyaman hingga tiba di tempat tujuan," ujar Kristuadi dalam Obrolan Indonesia Sehat RRI Sanggau, Jumat 10 Juli 2026.
Dia menjelaskan, dehidrasi, kurang tidur, pola makan yang tidak teratur, hingga memilih makanan yang kurang higienis merupakan penyebab utama tubuh mudah mengalami penurunan daya tahan selama perjalanan. Ia mengatakan, masyarakat sebaiknya membawa botol minum sendiri, menggunakan masker di tempat ramai, membawa hand sanitizer, serta menyiapkan obat-obatan pribadi maupun vitamin sebagai langkah antisipasi.
"Jika sedang mengalami flu, batuk, demam, atau gejala penyakit menular lainnya, sebaiknya tunda perjalanan hingga kondisi benar-benar pulih agar tidak memperburuk kesehatan maupun menularkan penyakit kepada penumpang lain," ungkapnya.
Ia menyoroti perhatian khusus juga perlu diberikan kepada anak-anak, lansia, ibu hamil, serta penyandang penyakit penyerta yang memiliki daya tahan tubuh lebih rentan. Menurutnya, kelompok tersebut harus dipastikan memperoleh waktu istirahat yang cukup, membawa bekal makanan dan obat-obatan yang diperlukan, serta tidak dipaksakan melanjutkan perjalanan apabila kondisi kesehatannya mulai menurun.
"Menunda perjalanan ketika tubuh sedang tidak fit jauh lebih baik daripada harus menghadapi kondisi darurat di tengah perjalanan atau saat tiba di tempat tujuan. Jangan sampai ambisi untuk berangkat mengalahkan kepedulian terhadap kesehatan diri sendiri maupun keselamatan orang lain," katanya.
Ia berharap, masyarakat mulai membiasakan diri menjadikan kesehatan sebagai prioritas sebelum melakukan perjalanan, baik untuk bekerja, berlibur, maupun mengunjungi keluarga. Perjalanan yang aman bukan hanya diukur dari keberhasilan tiba di tujuan, tetapi juga dari kemampuan menjaga tubuh tetap sehat serta melindungi orang lain dari risiko penularan penyakit.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....