Duta HIV/AIDS Kalbar 2025: Lawan HIV lewat Edukasi, Bukan Stigma
- 02 Jul 2026 12:14 WIB
- Entikong
RRI.CO.ID, Entikong – Upaya pencegahan penyebaran HIV/AIDS terus membutuhkan keterlibatan generasi muda sebagai agen edukasi di tengah masyarakat. Selain meningkatkan pengetahuan tentang pencegahan, kehadiran anak muda juga dinilai penting untuk menghapus stigma terhadap Orang dengan HIV (ODHIV) sehingga tercipta lingkungan yang lebih inklusif dan peduli.
Duta HIV/AIDS Kalimantan Barat 2025, Resky Febrianus Yuga, mengatakan keputusannya mengikuti ajang pemilihan Duta HIV/AIDS berawal dari latar belakangnya sebagai mahasiswa kedokteran. Menurutnya, selama menempuh pendidikan ia menyadari bahwa penanganan HIV/AIDS tidak hanya berfokus pada pengobatan, tetapi juga harus mengutamakan upaya pencegahan melalui edukasi yang berkelanjutan.
"Inspirasi saya mengikuti ajang Duta HIV/AIDS berawal dari latar belakang sebagai mahasiswa kedokteran. Saya melihat bahwa HIV/AIDS bukan hanya soal mengobati, tetapi bagaimana kita mampu mencegah penyebarannya melalui edukasi yang tepat kepada masyarakat," kata Resky Febrianus Yuga dalam Obrolan Sore Ceria RRI Sanggau, Rabu 1 Juli 2026.
Menurutnya, hingga saat ini masih banyak masyarakat, khususnya generasi muda, yang memiliki pemahaman keliru mengenai HIV/AIDS karena masih terpengaruh oleh mitos maupun informasi yang tidak akurat. Ia menilai kurangnya edukasi yang benar sering kali memunculkan stigma dan diskriminasi terhadap para pengidap HIV/AIDS, padahal mereka membutuhkan dukungan sosial, perlakuan yang setara, serta akses layanan kesehatan tanpa adanya stigma.
"Saya ingin menjadi bagian dari generasi muda yang mampu menjadi agen perubahan atau health influencer yang fokus pada edukasi, pencegahan, serta menghapus stigma terhadap pengidap HIV/AIDS. Dengan informasi yang benar, masyarakat akan lebih memahami bahwa HIV dapat dicegah dan pengidapnya tetap dapat menjalani kehidupan yang produktif," ujarnya.
Resky menilai media sosial menjadi salah satu sarana yang efektif untuk menyampaikan pesan-pesan kesehatan kepada generasi muda. Melalui konten edukatif yang mudah dipahami, informasi mengenai pencegahan HIV/AIDS diharapkan dapat menjangkau lebih banyak kalangan sekaligus meluruskan berbagai mitos yang masih berkembang di masyarakat.
Ia menambahkan bahwa kolaborasi antara tenaga kesehatan, pemerintah, lembaga pendidikan, organisasi kepemudaan, serta masyarakat sangat diperlukan agar upaya pencegahan HIV/AIDS dapat berjalan lebih optimal. Edukasi yang dilakukan secara konsisten diyakini mampu meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menerapkan perilaku hidup sehat dan mengurangi risiko penularan.
Duta HIV/AIDS Kalbar 2025 itu mengajak seluruh generasi muda untuk tidak takut mempelajari informasi yang benar mengenai HIV/AIDS serta berani menjadi penyebar pesan-pesan kesehatan di lingkungan masing-masing. Dengan meningkatnya literasi kesehatan dan berkurangnya stigma terhadap ODHIV, diharapkan tercipta masyarakat yang lebih peduli, inklusif, dan bersama-sama mendukung upaya pencegahan HIV/AIDS sejak dini.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....