Diare dan ISPA Dominasi Kunjungan Pasien di Puskesmas Entikong
- 29 Jun 2026 07:58 WIB
- Entikong
RRI.CO.ID, Entikong - Penyakit diare dan infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) masih menjadi kasus yang paling banyak ditangani di Puskesmas Entikong, Kabupaten Sanggau, hingga Juni 2026. Kondisi tersebut menunjukkan penyakit menular masih mendominasi kunjungan masyarakat ke fasilitas kesehatan.
Pengelola Layanan Kesehatan Puskesmas Entikong, Resha Shafira, mengatakan kedua penyakit tersebut menempati urutan tertinggi berdasarkan data kunjungan pasien selama semester pertama tahun 2026. Kasus tersebut ditemukan pada berbagai kelompok usia.
“Kesadaran masyarakat untuk melakukan pemeriksaan kesehatan ke puskesmas masih rendah. Kebanyakan pasien datang ketika keluhan sudah dirasakan cukup berat, sehingga kami terus mengimbau agar masyarakat memeriksakan kesehatan lebih awal,” kata Resha Shafira dalam Obrolan Sehat RRI Sanggau, Jumat 26 Juni 2026.
| Baca juga: Rumah Lembap Picu Risiko Penularan TBC |
Menurutnya, tingginya angka kunjungan pasien dengan keluhan diare dan ISPA dipengaruhi oleh sejumlah faktor. Di antaranya perilaku hidup bersih dan sehat yang belum diterapkan secara optimal serta kondisi lingkungan yang turut memengaruhi penyebaran penyakit.
Selain itu, kata Shafira, pihak puskesmas menilai kesadaran masyarakat untuk memeriksakan kesehatan secara rutin masih tergolong rendah. Sebagian besar warga baru datang ke puskesmas ketika kondisi penyakit sudah cukup parah.
Ia menjelaskan, pemeriksaan kesehatan secara dini sangat penting untuk mendeteksi penyakit sejak awal. Dengan penanganan yang lebih cepat, risiko komplikasi maupun penyebaran penyakit dapat diminimalkan.
Puskesmas Entikong kata Shafira, terus menggencarkan upaya promotif dan preventif melalui kegiatan penyuluhan kesehatan kepada masyarakat. Edukasi tersebut mencakup penerapan pola hidup bersih dan sehat serta pentingnya menjaga kebersihan lingkungan.
"Tenaga kesehatan kami juga aktif melakukan pendekatan melalui kegiatan di masyarakat, ini sebagai upaya kita meningkatkan kesadaran warga untuk memanfaatkan layanan kesehatan secara berkala," ujarnya.
Shafira berharap masyarakat tidak menunda pemeriksaan kesehatan apabila mengalami gejala penyakit. Pemeriksaan sejak dini dinilai menjadi salah satu langkah penting untuk menekan angka kasus diare, ISPA, dan penyakit lainnya di wilayah perbatasan tersebut.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....