Minim Pemahaman, Kunjungan Balita ke Posyandu Masih Kurang
- 25 Jun 2026 15:34 WIB
- Entikong
RRI.CO.ID, Entikong - Kesadaran sebagian orang tua untuk membawa anaknya ke Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) masih menjadi tantangan di Kabupaten Sanggau. Kurangnya pemahaman mengenai manfaat Posyandu menjadi salah satu penyebab masih rendahnya kehadiran balita dalam kegiatan pemantauan kesehatan dan tumbuh kembang.
Ahli Gizi Kabupaten Sanggau, Dwi Mustika Wati mengatakan, masih banyak orang tua yang menganggap Posyandu hanya diperlukan ketika anak sedang sakit. Padahal, Posyandu merupakan sarana penting untuk memantau pertumbuhan dan perkembangan anak secara rutin, sehingga berbagai masalah kesehatan dapat diketahui lebih awal.
| Baca juga: Rumah Lembap Picu Risiko Penularan TBC |
"Melalui kegiatan Posyandu, anak dapat memperoleh berbagai layanan kesehatan, mulai dari penimbangan berat badan, pengukuran tinggi badan, pemantauan status gizi, hingga imunisasi. Data yang diperoleh dari kegiatan tersebut menjadi dasar bagi tenaga kesehatan untuk menilai kondisi kesehatan anak secara berkala," ujar Dwi Mustika Wati dalam Dialog Sanggau Menyapa RRI Sanggau, Kamis 25 Juni 2026.
Dwi Mustika menyampaikan, masih ditemukan sejumlah orang tua yang tidak membawa anaknya ke Posyandu karena sejumlah sebab, diantaranya kesibukan, kurangnya informasi, maupun anggapan bahwa anak mereka dalam kondisi sehat. Kondisi tersebut dapat menyebabkan keterlambatan dalam mendeteksi gangguan pertumbuhan maupun masalah gizi pada anak.
“Orang tua perlu mengetahui bahwa pemantauan rutin di Posyandu merupakan langkah pencegahan yang sangat penting untuk mendukung tumbuh kembang anak secara optimal,” katanya.
Dikatakan, pemerintah bersama tenaga kesehatan dan kader Posyandu terus berupaya meningkatkan partisipasi masyarakat melalui sosialisasi di tingkat desa dan lingkungan sekitar. Kader juga aktif mengingatkan jadwal pelaksanaan Posyandu agar orang tua dapat membawa anaknya sesuai waktu yang telah ditentukan.
“Semakin rutin anak datang ke Posyandu, semakin mudah bagi tenaga kesehatan memantau kondisi kesehatannya sehingga berbagai risiko masalah gizi maupun pertumbuhan dapat dicegah sejak dini,” tutupnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....