Meski Hanya Satu Kasus, Puskesmas Jangkang Tetap Waspadai Ancaman DBD

  • 04 Jun 2026 14:16 WIB
  •  Entikong

RRI.CO.ID, EntikongRendahnya jumlah kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kecamatan Jangkang tidak membuat tenaga kesehatan lengah. Meski sepanjang tahun ini hanya ditemukan satu kasus, kewaspadaan tetap ditingkatkan mengingat mobilitas masyarakat yang tinggi berpotensi membawa risiko penularan dari luar daerah.

Kepala Puskesmas Balai Sebut Kecamatan Jangkang, dr. F.X. Alexander Hastin, mengatakan kasus DBD yang ditemukan pada Januari 2026 diketahui berasal dari pasien yang memiliki riwayat perjalanan ke luar daerah sebelum dinyatakan positif terinfeksi virus dengue. Meski demikian sesuai dengan tempat temuan pasien, itu menjadi catatan untuk penanganan bagian kesehatan setempat.

"Pada bulan Januari lalu terdapat satu kasus DBD di wilayah kerja Puskesmas Jangkang. Setelah dilakukan penelusuran, pasien memiliki riwayat perjalanan ke luar daerah sebelum terkonfirmasi positif," ungkap Alexander dalam Dialog Sanggau Menyapa RRI Sanggau, Kamis 4 Juni 2026.

Menurutnya kasus tersebut tidak berkembang menjadi penularan lokal maupun klaster baru. Kondisi lingkungan permukiman yang relatif tidak padat serta respons cepat petugas kesehatan menjadi faktor yang membantu mencegah penyebaran penyakit ke masyarakat sekitar.

Begitu kasus ditemukan, tim Puskesmas langsung melakukan penyelidikan epidemiologi di sekitar tempat tinggal pasien. Pemeriksaan dilakukan dalam radius 100 meter untuk mendeteksi kemungkinan adanya kasus tambahan maupun keberadaan jentik nyamuk yang berpotensi menjadi sumber penularan.

"Kami melakukan penyelidikan epidemiologi, memberikan edukasi kepada masyarakat, serta melaksanakan abatisasi sebagai langkah pencegahan agar tidak terjadi penularan lanjutan," jelasnya.

Selain penanganan kasus, kata Alexander, Puskesmas Balai Sebut juga terus menggencarkan upaya pencegahan melalui pemantauan jentik nyamuk secara rutin di lingkungan sekolah maupun permukiman warga. Kegiatan tersebut bertujuan menumbuhkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya menjaga kebersihan lingkungan dan memberantas sarang nyamuk.

Alexander menilai keberhasilan pengendalian DBD tidak hanya bergantung pada petugas kesehatan, tetapi juga membutuhkan partisipasi aktif masyarakat. Penerapan gerakan 3M Plus, yakni menguras, menutup, dan mendaur ulang barang bekas yang berpotensi menampung air, dinilai masih menjadi langkah paling efektif dalam mencegah berkembangnya nyamuk Aedes aegypti.

Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak mengabaikan gejala demam yang berlangsung beberapa hari. Penanganan yang terlambat dapat meningkatkan risiko komplikasi dan memperburuk kondisi pasien, terutama pada anak-anak dan kelompok rentan lainnya.

"Jika mengalami demam yang tidak kunjung sembuh dalam tiga hari, segera periksakan diri ke fasilitas kesehatan. Deteksi dini sangat penting agar pasien mendapatkan penanganan yang tepat dan terhindar dari kondisi yang lebih berat," katanya.

Disampaikan Alexander, meski angka kasus DBD di Kecamatan Jangkang masih tergolong rendah, Puskesmas Balai Sebut memastikan pengawasan dan langkah pencegahan akan terus dilakukan secara berkelanjutan. Masyarakat pun diimbau tetap waspada, terutama memasuki musim yang berpotensi meningkatkan perkembangbiakan nyamuk penyebab DBD.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....