Campak Masih Mengintai di Era Modern Global
- 10 Apr 2026 13:36 WIB
- Entikong
RRI.CO.ID,Entikong - Campak masih menjadi salah satu penyakit menular yang belum sepenuhnya hilang, bahkan di tengah kemajuan zaman yang serba modern. Penyakit ini terus menjadi ancaman serius bagi kesehatan masyarakat, terutama di wilayah dengan akses layanan kesehatan yang belum merata.
Tenaga Promosi Kesehatan dan Ilmu Perilaku Puskesmas Entikong , Mikael Kurniawan, Mengatakan Salah satu faktor utama yang menyebabkan campak tetap bertahan adalah tingginya mobilitas masyarakat. Perjalanan antarwilayah hingga antarnegara membuat virus campak dengan mudah berpindah dan menyebar ke daerah yang sebelumnya bebas kasus.
“Pergerakan manusia yang semakin cepat dan luas membuat virus campak lebih mudah menyebar, bahkan ke wilayah yang sebelumnya sudah terkendali,” ujar Mikael Kurniawan dalam Obrolan Indonesia Sehat RRI Sanggau, Jumat 10 April 2026.
Disampaikan Mikael, selain mobilitas, rendahnya cakupan imunisasi masih menjadi pemicu utama tingginya kasus campak, terutama karena banyak anak belum mendapat imunisasi lengkap akibat keterbatasan akses, minimnya informasi, dan rendahnya kesadaran orang tua. Namun demikian imunisasi merupakan langkah paling efektif untuk mencegah campak, sehingga perlu upaya bersama untuk meningkatkan pemahaman dan partisipasi masyarakat.
“Ketika cakupan imunisasi rendah, maka terbuka peluang besar terjadinya wabah karena tidak terbentuk kekebalan kelompok,” ucapnya.
Faktor lain yang turut memengaruhi jelas Mikael adalah tingkat kekebalan tubuh individu. Anak-anak dengan kondisi gizi buruk atau sistem imun yang lemah lebih rentan terinfeksi dan mengalami komplikasi serius akibat campak.
“Tingkat penularan campak yang sangat tinggi membuatnya sulit dikendalikan,satu penderita dapat menularkan ke banyak orang dalam waktu singkat, sehingga pencegahan harus dilakukan secara menyeluruh,” ucapnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....