Kelelahan Panas dan Heat Stroke, Kenali Perbedaannya
- 02 Feb 2026 20:44 WIB
- Entikong
RRI.CO.ID, Entikong - Kelelahan panas dan heat stroke merupakan dua kondisi yang dapat dialami manusia saat terpapar udara panas. Udara panas tidak hanya berasal dari cuaca, tetapi juga rentan dialami pekerja di ruangan panas dan lembap.
"Contohnya ialah orang yang bekerja di dapur umum, itu juga dapat berisiko merasakan kelelahan panas ataupun serangan panas," ungkap Yuliana Yuli Exlasia Kepala Puskesmas Kapuas dalam Dialog Pagi Entikong Menyapa, Senin 2 Februari 2026.
Perbedaannya terletak pada tahapan gejala yang muncul saat tubuh terpapar panas. Pada awalnya, seseorang akan mengalami kelelahan panas, ditandai dengan rasa lelah berlebihan dan keringat yang keluar terus-menerus.
“Keringat yang berlebihan, kemudian kulit justru terasa dingin, dan biasanya panas, tetapi ini dingin, yang kita sebut keringat dingin,” jelasnya.
Gejala lain kelelahan panas meliputi pusing, mual, sakit kepala, kram otot, hingga pingsan. Kondisi ini masih tergolong gejala ringan, namun perlu di waspadai.
“Jika kumpulan gejala tersebut dibiarkan, maka akan berkembang menjadi kondisi yang lebih parah dan mengancam jiwa. Hal ini dikarenakan sistem pendingin tubuh gagal bekerja,” kata Yuli.
Heat stroke umumnya terjadi pada orang yang bekerja di lingkungan bersuhu tinggi, sekitar 40 derajat Celsius atau lebih. Pada tahap serangan panas atau heat stroke, gejala meningkat menjadi lebih berat.
“Gejalanya antara lain kebingungan. Bukan sekadar bingung tidak bisa menjawab pertanyaan, tetapi kondisi tidak sadar terhadap lingkungan sekitar, meski tampak sadar,” ujarnya.
Selanjutnya, disampaikan Yuli, penderita dapat mengalami kejang hingga kehilangan kesadaran. Kondisi ini sudah sangat berbahaya dan harus segera dievakuasi dari lingkungan panas.
“Perbedaannya terletak pada tingkat keparahan gejala. Kelelahan panas bersifat ringan, sedangkan gejala berat itulah yang disebut heat stroke,” katanya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....