Sakit Tenggorokan dan Sulit Menelan, Ini Penyebabnya

  • 15 Jan 2026 21:36 WIB
  •  Entikong

RRI.CO.ID, Entikong – Sulit menelan dan sakit tenggorokan merupakan keluhan yang cukup sering dialami oleh banyak orang, baik anak-anak maupun orang dewasa. Meski kerap dianggap sepele, kondisi ini bisa menimbulkan rasa tidak nyaman yang mengganggu aktivitas sehari-hari. Bahkan, dalam beberapa kasus, keluhan tersebut dapat menjadi tanda adanya gangguan kesehatan yang perlu mendapat perhatian serius.

Sulit menelan atau yang dikenal dengan istilah disfagia adalah kondisi ketika seseorang merasakan kesulitan atau nyeri saat menelan makanan, minuman, bahkan air liur. Keluhan ini sering disertai rasa sakit di tenggorokan atau dada, sehingga membuat penderitanya enggan makan dan minum.

Sementara itu, sakit tenggorokan ditandai dengan rasa nyeri, gatal, atau iritasi pada area tenggorokan. Rasa tidak nyaman biasanya semakin terasa saat menelan atau berbicara, dan sering kali menjadi gejala awal infeksi saluran pernapasan.

Penyebab paling umum dari sulit menelan dan sakit tenggorokan adalah infeksi virus, seperti flu, pilek, atau radang tenggorokan akibat virus. Kondisi ini biasanya disertai gejala lain seperti demam ringan, batuk, dan hidung tersumbat, serta dapat sembuh dengan sendirinya.

Selain virus, infeksi bakteri juga dapat menjadi penyebab, terutama radang tenggorokan akibat bakteri Streptococcus. Infeksi ini umumnya menimbulkan nyeri hebat saat menelan, amandel membengkak, serta demam tinggi, dan sering memerlukan pengobatan antibiotik sesuai anjuran dokter.

Radang amandel atau tonsilitis juga kerap menyebabkan kesulitan menelan. Amandel yang meradang dan membesar dapat menghambat proses menelan dan menimbulkan rasa sakit yang cukup mengganggu, terutama saat makan.

Faktor lain yang tak kalah penting adalah iritasi tenggorokan. Paparan asap rokok, polusi udara, udara yang terlalu kering, hingga kebiasaan berbicara terlalu lama dapat memicu iritasi dan rasa tidak nyaman di tenggorokan. Selain itu, naiknya asam lambung atau GERD juga dapat menyebabkan sakit tenggorokan yang berlangsung lama dan rasa perih di dada.

Cedera ringan, seperti luka akibat makanan keras, tulang ikan, atau minuman yang terlalu panas, serta reaksi alergi juga bisa menjadi penyebab sulit menelan dan sakit tenggorokan. Pembengkakan dan iritasi akibat alergi sering kali membuat tenggorokan terasa sempit dan nyeri.

Masyarakat disarankan segera memeriksakan diri ke dokter jika keluhan sulit menelan dan sakit tenggorokan berlangsung lebih dari satu minggu, disertai demam tinggi, nyeri hebat, pembengkakan leher, atau menyebabkan kesulitan bernapas. Penanganan yang tepat sejak dini sangat penting untuk mencegah komplikasi yang lebih serius.

Sulit menelan dan sakit tenggorokan dapat disebabkan oleh berbagai faktor, mulai dari infeksi ringan hingga gangguan kesehatan tertentu. Menjaga kebersihan, menghindari iritan, serta segera mencari pertolongan medis jika gejala memburuk merupakan langkah penting untuk menjaga kesehatan tenggorokan.


google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....