Penderita Penyakit Ini Sebaiknya Hindari Sukun
- 08 Sep 2025 06:54 WIB
- Entikong
KBRN, Entikong: Sukun dikenal sebagai salah satu makanan tradisional yang banyak digemari masyarakat. Teksturnya yang empuk dengan rasa gurih membuat sukun sering diolah menjadi gorengan, keripik, hingga kolak. Selain itu, sukun juga mengandung karbohidrat, serat, vitamin C, serta beberapa mineral penting yang bermanfaat untuk tubuh. Namun, meskipun menyehatkan, tidak semua orang bisa bebas mengonsumsi buah ini.
Bagi penderita diabetes, mengonsumsi sukun perlu diwaspadai. Sukun memiliki kandungan karbohidrat yang cukup tinggi, sehingga dapat meningkatkan kadar gula darah dengan cepat. Jika dikonsumsi berlebihan, hal ini bisa memperburuk kondisi penderita diabetes. Oleh sebab itu, mereka sebaiknya menghindari atau membatasi asupan sukun dalam menu sehari-hari.
Selain penderita diabetes, orang yang memiliki masalah dengan fungsi ginjal juga perlu berhati-hati. Kandungan kalium dalam sukun cukup tinggi, sehingga berisiko menambah beban kerja ginjal. Pada penderita penyakit ginjal kronis, kadar kalium yang terlalu tinggi bisa berbahaya bagi kesehatan, bahkan dapat memicu gangguan irama jantung.
Penderita asam urat pun sebaiknya tidak berlebihan mengonsumsi sukun. Meski tidak setinggi pada kacang-kacangan, sukun mengandung purin yang bisa memicu peningkatan kadar asam urat dalam darah. Jika dibiarkan, kondisi ini akan menimbulkan nyeri sendi yang mengganggu aktivitas sehari-hari.
Di sisi lain, bagi orang sehat, sukun tetap bisa menjadi pilihan pangan yang baik asal dikonsumsi dalam porsi wajar. Cara pengolahan juga berpengaruh, lebih baik memilih sukun rebus atau kukus daripada gorengan yang tinggi minyak. Dengan begitu, manfaat gizinya bisa lebih optimal tanpa menambah risiko penyakit.
Meski sukun kaya nutrisi dan lezat, penderita diabetes, gangguan ginjal, dan asam urat sebaiknya membatasi atau menghindari konsumsinya. Setiap orang perlu menyesuaikan pola makan dengan kondisi kesehatannya. Konsultasi dengan tenaga medis juga penting sebelum mengatur diet sehari-hari, agar makanan yang dikonsumsi benar-benar mendukung kesehatan tubuh.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....