Lima Penyakit yang Ditandai dengan Rambut Rontok Berlebihan

  • 26 Agt 2025 15:37 WIB
  •  Entikong

KBRN, Entikong: Rambut rontok adalah hal yang wajar, terutama jika hanya sekitar 50–100 helai per hari. Namun, jika kerontokan terjadi secara berlebihan hingga menyebabkan penipisan rambut atau kebotakan di area tertentu, bisa jadi itu merupakan tanda adanya gangguan kesehatan. Rambut sering kali mencerminkan kondisi tubuh secara keseluruhan, sehingga penting untuk mengenali kemungkinan penyakit yang menyertai gejala ini. Berikut lima penyakit yang ditandai dengan rambut rontok berlebihan:

1. Hipotiroidisme

Hipotiroidisme terjadi ketika kelenjar tiroid tidak memproduksi hormon tiroid dalam jumlah cukup. Hormon ini sangat penting untuk metabolisme tubuh, termasuk pertumbuhan rambut. Ketika produksi hormon terganggu, siklus pertumbuhan rambut pun terhambat, menyebabkan kerontokan yang cukup signifikan. Selain rambut rontok, penderita hipotiroid juga bisa mengalami kulit kering, kelelahan, dan penambahan berat badan.

2. Anemia Defisiensi Zat Besi

Anemia akibat kekurangan zat besi adalah penyebab umum rambut rontok, terutama pada wanita. Zat besi berperan penting dalam produksi hemoglobin, yang membawa oksigen ke folikel rambut. Kekurangan zat besi membuat akar rambut kekurangan nutrisi, sehingga memicu kerontokan. Gejala lainnya termasuk pucat, lemas, dan sesak napas.

3. Alopecia Areata

Alopecia areata adalah penyakit autoimun di mana sistem kekebalan tubuh menyerang folikel rambut, menyebabkan rambut rontok dalam jumlah besar, sering kali membentuk pola kebotakan melingkar di kepala atau area tubuh lain. Meski tidak menimbulkan rasa sakit, kondisi ini bisa memengaruhi kepercayaan diri penderitanya. Dalam beberapa kasus, rambut bisa tumbuh kembali, tapi bisa juga rontok kembali.

4. Sindrom Ovarium Polikistik (PCOS)

PCOS adalah gangguan hormonal pada wanita yang dapat menyebabkan rambut rontok di kulit kepala, namun diikuti pertumbuhan rambut berlebih di bagian tubuh lain seperti wajah atau dada. Ketidakseimbangan hormon androgen (hormon pria) dalam tubuh wanita menjadi penyebab utama. Selain itu, PCOS juga ditandai dengan menstruasi tidak teratur, jerawat, dan kesulitan hamil.

5 Lupus

Lupus adalah penyakit autoimun kronis yang dapat menyerang berbagai organ tubuh, termasuk kulit dan rambut. Penderita lupus sering mengalami kerontokan rambut parah, bahkan bisa menyebabkan jaringan parut pada kulit kepala. Rambut bisa rontok secara menyebar atau dalam bercak-bercak. Gejala lain dari lupus mencakup nyeri sendi, ruam berbentuk kupu-kupu di wajah, dan kelelahan ekstrem.

Rambut rontok berlebihan bisa menjadi gejala awal dari berbagai penyakit serius. Jika kamu mengalami kerontokan yang tidak biasa, apalagi disertai gejala lain seperti kelelahan, nyeri, atau perubahan kulit, segera konsultasikan ke dokter untuk pemeriksaan lebih lanjut. Penanganan yang tepat sejak dini dapat mencegah komplikasi dan membantu pemulihan lebih cepat.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....