Ini Risikonya Mengonsumsi Babat Secara Berlebihan

  • 07 Jun 2025 10:31 WIB
  •  Entikong

KBRN, Entikong: Hari Raya Idul Adha atau hari raya kurban identik dengan pembagian dan konsumsi daging, termasuk bagian jeroan seperti babat. Babat, yang merupakan bagian dari lambung hewan ruminansia seperti sapi atau kambing, kerap menjadi favorit karena teksturnya yang kenyal dan rasanya yang khas. Namun, meski menggugah selera, konsumsi babat secara berlebihan menyimpan sejumlah risiko kesehatan yang perlu diwaspadai.

Salah satu bahaya utama dari konsumsi babat yang berlebihan adalah kandungan kolesterol dan lemak jenuh yang cukup tinggi. Meski tidak setinggi hati atau otak sapi, babat tetap termasuk dalam kategori jeroan yang kaya lemak. Lemak jenuh dan kolesterol yang tinggi dapat memicu penumpukan plak di pembuluh darah, meningkatkan risiko penyakit jantung dan hipertensi, terutama jika dikonsumsi berulang dalam waktu singkat seperti saat Idul Adha.

Selain itu, babat cenderung sulit dicerna oleh tubuh karena struktur jaringan ikatnya yang kompleks. Bagi sebagian orang, terutama yang memiliki masalah pencernaan, konsumsi babat bisa menimbulkan keluhan seperti kembung, begah, atau sembelit. Jika dikonsumsi dalam jumlah besar dan tidak disertai dengan sayuran berserat, efek samping pencernaan bisa semakin terasa.

Tak hanya soal lemak dan pencernaan, risiko lain berasal dari cara pengolahan babat. Banyak olahan babat menggunakan santan, digoreng, atau dibumbui dengan garam dan penyedap dalam jumlah besar. Kombinasi ini bukan hanya menambah kalori, tapi juga meningkatkan risiko tekanan darah tinggi dan gangguan metabolik, apalagi jika dikonsumsi bersamaan dengan bagian daging berlemak lainnya dalam satu kali makan.

Meski mengandung risiko, babat tetap dapat dikonsumsi dalam jumlah terbatas sebagai bagian dari pola makan seimbang. Penting untuk mengolahnya dengan cara yang lebih sehat, seperti direbus tanpa santan dan tidak digoreng. Mengombinasikan babat dengan sayuran segar dan membatasi porsinya menjadi langkah bijak agar tubuh tetap sehat selama merayakan hari besar keagamaan.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....