Konsumsi Ketan Bikin Penyakit Kambuh? Berikut Penjelasannya
- 10 Mei 2025 22:09 WIB
- Entikong
KBRN, Entikong: Ketan adalah makanan yang sangat akrab di lidah masyarakat Indonesia. Olahan dari beras ketan ini kerap hadir dalam berbagai bentuk jajanan tradisional seperti lemper, uli, atau tape ketan.
Meski nikmat, sebagian orang percaya bahwa ketan bisa memicu kambuhnya berbagai penyakit, mulai dari maag, asam lambung, hingga kolesterol. Lantas, benarkah ketan memang menyebabkan penyakit sering kambuh?
1. Maag dan Asam Lambung
Ketan bersifat lengket dan sulit dicerna. Pada sebagian orang, terutama yang memiliki riwayat maag atau GERD (penyakit asam lambung), makanan berat dan sulit dicerna seperti ketan bisa memperlambat pengosongan lambung dan memicu kambuhnya gejala seperti nyeri ulu hati, mual, atau kembung.
2. Kolesterol Tinggi dan Penyakit Jantung
Ketan sendiri tidak mengandung kolesterol. Namun, olahan ketan yang ditambah santan, minyak, atau digoreng bisa menambah lemak jenuh yang berisiko menaikkan kadar kolesterol dalam darah. Jika dikonsumsi terlalu sering, terutama oleh penderita penyakit jantung atau kolesterol tinggi, hal ini bisa memperburuk kondisi.
3. Diabetes
Karena indeks glikemiknya tinggi, ketan bisa menyebabkan lonjakan gula darah yang cepat. Bagi penderita diabetes atau prediabetes, ini bisa menjadi pemicu kekambuhan bila tidak diimbangi dengan kontrol makan dan aktivitas fisik.
4. Penyakit Lainnya
Beberapa orang mengaitkan ketan dengan kekambuhan penyakit rematik atau asma. Namun, tidak ada bukti medis kuat yang menunjukkan ketan sebagai pemicu langsung. Mungkin reaksi ini lebih bersifat individual atau terkait bahan tambahan lain dalam olahan ketan.
Ketan tidak secara langsung menyebabkan penyakit dalam kambuh, namun bisa menjadi pemicu bila dikonsumsi berlebihan atau oleh orang dengan kondisi kesehatan tertentu. Jadi, penting untuk mengonsumsi ketan secara bijak dan tidak berlebihan, serta memperhatikan cara pengolahannya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....