Nyeri Kepala Belakang? Jangan Anggap Remeh, Bisa Bahaya

  • 07 Mei 2025 19:13 WIB
  •  Entikong

KBRN, Entikong: Nyeri pada bagian belakang kepala sering kali dianggap sepele. Banyak orang mengira hal hanya karena kelelahan atau kurang tidur. Padahal, nyeri di area ini bisa menjadi sinyal adanya gangguan serius pada tubuh. Terutama jika rasa sakit muncul berulang kali atau terasa sangat intens.

Salah satunya, penyebab umum nyeri di belakang kepala adalah tension headache. Yaitu sakit kepala akibat stres dan ketegangan otot. Rasa sakit itu biasanya terasa tumpul dan menekan, hingga bisa menjalar ke leher atau bahu. Meski bukan kondisi yang membahayakan nyawa, gejala ini bisa sangat mengganggu aktivitas sehari-hari.

Namun, waspadai jika nyeri kepala belakang muncul tiba-tiba, disertai dengan gejala lain seperti mual, muntah, gangguan penglihatan, leher kaku, atau sulit berbicara. Ini bisa menjadi tanda gejala stroke, perdarahan otak, atau infeksi serius seperti meningitis yang membutuhkan penanganan medis segera.

Pola hidup tidak sehat seperti kurang tidur, konsumsi kafein berlebihan, dan postur tubuh yang buruk saat duduk juga bisa memperparah kondisi ini. Bagi pekerja kantoran yang banyak duduk menghadap komputer, penting untuk menjaga posisi duduk dan rutin melakukan peregangan otot leher.

Langkah pencegahan bisa dimulai dari hal sederhana seperti tidur cukup, mengelola stres, olahraga rutin, serta menjaga asupan makanan. Bila nyeri kepala belakang tak kunjung reda atau makin parah, jangan ragu untuk segera memeriksakan diri ke dokter. Lebih baik mencegah daripada mengobati.

Nyeri di belakang kepala bukanlah keluhan biasa jika muncul dengan intensitas berlebihan atau disertai gejala tambahan. Mengenali sinyal dari tubuh sejak dini bisa menjadi kunci untuk menghindari risiko kesehatan yang lebih besar di kemudian hari.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....