Begini Cara Mengendalikan Hama pada Tanaman Singkong
- 30 Mei 2026 09:34 WIB
- Entikong
RRI.CO.ID, Entikong - Tanaman singkong (Manihot esculenta) merupakan salah satu komoditas pangan dan industri yang sangat penting di Indonesia karena daya tahannya yang tinggi terhadap kekeringan. Namun, produktivitas tanaman ini sering kali terancam oleh serangan berbagai jenis hama yang dapat menurunkan kualitas dan kuantitas hasil panen secara drastis.
Untuk menjaga stabilitas produksi, para petani memerlukan strategi pengendalian hama yang komprehensif, efektif, dan berkelanjutan. Pendekatan Pengendalian Hama Terpadu (PHT) menjadi solusi terbaik dengan mengombinasikan berbagai metode agar ramah lingkungan dan tidak menimbulkan resistensi pada hama.
Langkah awal yang paling krusial dalam strategi ini adalah penerapan praktik agronomi yang baik sejak masa pratanam. Pemilihan bibit singkong yang sehat, bebas penyakit, dan berasal dari varietas unggul yang tahan terhadap hama utama, seperti kutu kebul atau tungau merah sangat menentukan keberhasilan budi daya. Selain itu, pengolahan tanah yang sempurna dan sanitasi lahan dengan membersihkan sisa-sisa tanaman terdahulu terbukti efektif memutus siklus hidup hama.
Pengaturan pola tanam juga memegang peranan penting dalam menekan populasi hama di ekosistem kebun singkong. Metode tumpang sari (intercropping) dengan menanam tanaman sela seperti kacang-kacangan atau jagung dapat mengacaukan orientasi visual dan penciuman hama dalam menemukan tanaman inang utamanya. Rotasi tanaman berkala dengan komoditas bukan inang juga sangat disarankan.
Selain rekayasa lingkungan, pemanfaatan musuh alami atau agen hayati merupakan inti dari pengendalian hama yang berkelanjutan. Petani dapat melepaskan atau menjaga keberadaan predator alami seperti kumbang kubah (Coccinellidae), kepik predator, dan sayap jala (Chrysopidae) yang gemar memangsa kutu-kutuan pada daun singkong. Penggunaan pemicu penyakit bagi hama, seperti jamur entomopatogen Beauveria bassiana, juga menjadi opsi biopestisida yang efektif merusak jaringan tubuh hama tanpa meracuni tanaman atau manusia.
Melakukan pengamatan visual secara rutin ke area lahan adalah taktik pencegahan yang tidak boleh diabaikan. Petani harus jeli memeriksa bagian bawah daun dan pucuk tanaman singkong, tempat yang biasanya menjadi area favorit bagi tungau merah (Tetranychus urticae) dan kutu putih (Pseudococcus sp.) untuk berkembang biak. Deteksi dini yang dilakukan setidaknya seminggu sekali memungkinkan tindakan pengendalian diambil secepat mungkin sebelum populasi hama mencapai ambang ekonomi yang merugikan.
Apabila populasi hama sudah melewati batas toleransi dan metode hayati tidak lagi mencukupi, penggunaan pestisida kimia dapat diambil sebagai langkah terakhir (emergency measure). Namun, pemilihannya harus dilakukan secara bijaksana dengan mengutamakan pestisida selektif yang hanya membunuh hama sasaran dan cepat terurai di alam. Penyemprotan juga harus memperhatikan dosis yang tepat, waktu yang sesuai (pagi atau sore hari), serta teknik aplikasi yang benar.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....