Ghulam Sharon: Selain Minta Maaf, PLN juga Harus Tanggungjawab

  • 04 Jul 2026 16:26 WIB
  •  Entikong

RRI.CO.ID, Entikong - Anggota Komisi XII DPR RI, Ghulam Muhammad Sharon mendesak PLN agar mempercepat perbaikan kebocoran boiler pada salahsatu Pembangkit Listrik Tenaga Uap di Kalimantan Barat (Kalbar). Hal ini guna meminimalisir pemadaman bergilir diwilayah terdampak yang berimbas pada berbagai sektor kehidupan masyarakat.

"Kita sudah koordinasi ke PLN tentang pemadaman ini. Jadi, selain permintaan maaf, PLN juga harus bertanggungjawab melakukan percepatan perbaikan, 3 atau 4 hari sudah mesti beres lah, supaya tidak terjadi pemadaman bergilir lagi di Sanggau dan Kalbar," ujar Ghulam Muhammad Sharon kepada RRI.CO.ID, Sabtu 4 Juli 2026.

Dia mengatakan, yang paling terdampak karena pemadaman bergilir beberapa hari terakhir ini adalah sektor ekonomi. Menurutnya, banyak usaha-usaha masyarakat yang bergantung pada energi kelistrikan kini tidak bisa beroperasi.

"Misalnya, usaha masyarakat yang pakai kulkas untuk mengawetkan bahan baku produksinya, jadi tidak bisa. Kalau disiasati dengan beli es batu, biaya produksinya jadi bertambah. Sektor usaha lainnya juga sama, akan membuat biaya produksi lebih mahal dan mengganggu usaha mereka," jelasnya.

Sebelumnya, PT PLN menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi. Manajer Komunikasi, PLN Unit Induk Distribusi Kalbar Mukhlis Zarkasih mengungkapkan, PLN terus mengerahkan seluruh sumber daya untuk menjaga pasokan listrik dengan memaksimalkan pemanfaatan pembangkit yang tersedia.

"Kami terus mengerahkan seluruh sumber daya untuk menjaga keandalan pasokan listrik dengan memaksimalkan pemanfaatan pembangkit yang tersedia dan menambah pasokan listrik dengan pengoperasian pembangkit dari mitra kerja sehingga meminimalkan dampak kepada pelanggan," ucap Mukhlis.

"Kami menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi serta mengucapkan terimakasih atas pengertian, kesabaran, dan dukungan seluruh pelanggan selama proses pemulihan berlangsung," sambung dia.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....