Tata Cara Wukuf di Arafah bagi Jamaah Haji

  • 31 Mei 2025 16:17 WIB
  •  Entikong

KBRN, Entikong: Wukuf di Arafah adalah salah satu rukun haji yang paling utama dan tidak bisa digantikan. Bahkan, Nabi Muhammad SAW pernah bersabda, “Al-Hajj ‘Arafah” (Haji itu adalah Arafah), menandakan betapa pentingnya ibadah ini dalam rangkaian pelaksanaan haji. Wukuf dilaksanakan pada tanggal 9 Dzulhijjah di Padang Arafah, dimulai sejak tergelincirnya matahari (waktu Zuhur) hingga terbit fajar tanggal 10 Dzulhijjah.

Tata cara wukuf dimulai dengan keberangkatan jemaah dari Mina atau Makkah menuju Arafah pada pagi hari tanggal 9 Dzulhijjah. Setibanya di Arafah, jemaah menempati tenda-tenda yang telah disiapkan, lalu mempersiapkan diri untuk beribadah. Setelah masuk waktu Zuhur, khatib akan menyampaikan khutbah wukuf, dilanjutkan dengan salat Zuhur dan Asar yang dijamak dan diqashar secara berjamaah.

Selama berada di Arafah, jemaah dianjurkan untuk memperbanyak doa, dzikir, dan istighfar. Wukuf bukan berarti harus berdiri terus-menerus, namun yang terpenting adalah kehadiran jemaah di wilayah Arafah dalam waktu yang telah ditentukan. Jemaah tidak perlu melakukan ibadah khusus selain memperbanyak ibadah hati, karena inti dari wukuf adalah bermunajat dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Bagi jemaah yang sakit atau tidak bisa hadir langsung di Padang Arafah, mereka tetap dianggap sah wukufnya jika berada di kawasan Arafah, termasuk dalam tenda medis atau ambulans, selama masih dalam waktu wukuf. Hal ini menunjukkan bahwa wukuf lebih menekankan keberadaan fisik dan niat dalam melaksanakan ibadah, bukan pada aktivitas fisik yang berat.

Setelah matahari terbenam, jemaah tidak langsung meninggalkan Arafah hingga mendapatkan instruksi untuk bertolak ke Muzdalifah. Di sinilah pelaksanaan wukuf berakhir secara resmi. Jemaah kemudian melanjutkan rangkaian ibadah haji lainnya seperti mabit di Muzdalifah, melontar jumrah di Mina, dan tawaf ifadah.

Wukuf di Arafah menjadi momen puncak spiritual dalam ibadah haji, di mana jutaan umat Islam berkumpul dengan satu tujuan: mencari ampunan dan ridha Allah. Suasana hening, penuh doa, dan kekhusyukan ini menjadi salah satu pengalaman paling mengesankan bagi setiap jemaah haji. Oleh karena itu, wukuf harus dilaksanakan dengan persiapan mental, fisik, dan spiritual yang baik.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....