Dulu Juara Terakhir, Sekarang Dimas Jadi Duta Bahasa Kalbar
- 30 Jun 2026 17:56 WIB
- Entikong
RRI.CO.ID, Entikong - Kegagalan pada percobaan pertama tidak selalu menjadi akhir perjalanan seseorang meraih prestasi yang lebih tinggi. Pengalaman itulah yang mengantarkan Dimas Saputra, pemuda asal pedalaman Kabupaten Ketapang menjadi Duta Bahasa Kalimantan Barat Tahun 2026.
Dimas menjelaskan, pencapaian tersebut berawal dari proses panjang membangun kepercayaan diri melalui berbagai pengalaman. Kegagalan yang pernah dialaminya justru menjadi motivasi untuk terus belajar dan mengembangkan kemampuan.
“Saya pernah mengikuti lomba Syair Gulung dan hanya menjadi juara IV dari empat peserta yang mengikuti perlombaan. Pengalaman itu sempat membuat kepercayaan diri saya menurun, tetapi justru menjadi titik awal untuk terus berkembang,” ujar Dimas dalam Obrolan Sore Ceria di RRI Sanggau, Selasa 30 Juni 2026.
Dimas mengatakan, perubahan signifikan mulai dirasakannya setelah bergabung dalam organisasi kepemimpinan Impact Circle School di Kabupaten Ketapang. Lingkungan tersebut membantunya mengasah kemampuan berkomunikasi, memperluas wawasan, sekaligus berani mengambil berbagai kesempatan baru.
“Saya menemukan banyak orang yang mendukung proses belajar dan terus mendorong saya keluar dari zona nyaman. Lingkungan yang baik membuat saya percaya kemampuan seseorang akan berkembang selama mau terus berproses,” katanya.
Ia menambahkan, setiap kritik yang diterima dijadikan bahan evaluasi untuk memperbaiki kemampuan berbicara dan membangun kepercayaan diri. Pengalaman tersebut membawanya mengikuti berbagai kegiatan pengembangan diri hingga akhirnya berkompetisi pada ajang Duta Bahasa Kalimantan Barat.
“Saya percaya tidak ada proses yang benar-benar sia-sia selama kita terus belajar dan tidak berhenti mencoba. Kesempatan akan datang kepada mereka yang mempersiapkan diri dengan sungguh-sungguh,” ungkapnya.
Perjalanan tersebut akhirnya mengantarkan Dimas terpilih sebagai Duta Bahasa Kalimantan Barat Tahun 2026 setelah melalui berbagai tahapan seleksi. Baginya, pencapaian itu menjadi bukti bahwa kegagalan bukan akhir perjalanan, melainkan bagian penting menuju kesempatan yang lebih besar.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....