“MC Bukan Cuma Ngomong”, Ada Tanggung Jawab Besar di Balik Suksesnya Acara
- 08 Jun 2026 08:09 WIB
- Entikong
RRI.CO.ID, Entikong - Banyak masyarakat masih menganggap profesi Master of Ceremony (MC) hanya sebatas berbicara di depan audiens dan memandu jalannya acara. Padahal, di balik penampilan yang terlihat santai dan penuh senyum, terdapat tanggung jawab besar serta tekanan yang harus dihadapi seorang pemandu acara agar sebuah kegiatan dapat berjalan lancar dan sukses.
Master of Ceremony (MC) asal Pontianak, De Sandy Wang, mengungkapkan bahwa profesi ini membutuhkan lebih dari sekadar kemampuan berbicara di depan umum. Ia menilai seorang MC memiliki peran vital dalam memastikan seluruh rangkaian acara berjalan sesuai tujuan, sekaligus mampu mengatasi berbagai situasi yang tidak terduga di lapangan.
"Menurut saya, MC memiliki peran yang sangat vital dalam sebuah acara. Selain mengatur jalannya acara, MC juga harus mampu menanggulangi berbagai situasi yang terjadi di lapangan," kata Sandy dalam Obrolan Sore Ceria Pro 2 RRI Sanggau, Sabtu, 6 Juni 2026.
Sandy juga menyoroti masih adanya anggapan miring dari sebagian masyarakat yang menilai pekerjaan MC terlalu sederhana. Ia mengaku tidak jarang mendengar komentar yang meremehkan profesinya, meskipun kenyataannya pekerjaan tersebut memiliki kompleksitas tinggi.
"Sering sekali saya mendapat komentar seperti itu, bahkan dari orang-orang terdekat. Banyak yang mengira pekerjaan MC hanya berdiri di depan lalu berbicara selama acara berlangsung," ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa di balik kelancaran sebuah acara, seorang MC harus menghadapi berbagai tantangan seperti perubahan susunan acara, keterlambatan tamu penting, hingga kendala teknis yang bisa terjadi sewaktu-waktu. Kondisi tersebut menuntut MC untuk selalu siap mengambil keputusan cepat tanpa mengganggu jalannya kegiatan.
"Ketika ada perubahan situasi, MC harus cepat beradaptasi dan mengambil keputusan. Jika tidak mampu mengendalikan keadaan, jalannya acara bisa terganggu," ungkapnya.
Kemampuan public speaking saja, menurutnya, tidak cukup untuk menjadi seorang MC profesional. Kreativitas, kemampuan membaca situasi, serta ketenangan dalam menghadapi tekanan menjadi keterampilan penting yang harus terus diasah agar dapat menjaga kualitas acara.
"Orang sering melihat MC hanya berbicara dan tertawa di atas panggung. Padahal di balik itu ada tekanan dan tanggung jawab besar yang harus diselesaikan secara bersamaan," tambahnya.
Menurut Sandy, kemampuan beradaptasi menjadi kunci utama dalam profesi ini. Seorang MC harus mampu tetap tenang meskipun menghadapi kondisi yang tidak sesuai rencana agar suasana acara tetap kondusif dan nyaman bagi seluruh peserta.
"Sebagai MC, otak kita harus terus bekerja mencari solusi ketika terjadi masalah. Jadi bukan hanya berbicara, tetapi juga harus mampu berpikir cepat dan mengambil keputusan yang tepat," jelasnya.
Sandy berharap masyarakat dapat lebih memahami dan menghargai profesi MC secara lebih luas. Keberhasilan sebuah acara tidak hanya ditentukan oleh konsep yang baik, tetapi juga oleh kemampuan pemandu acara dalam mengelola suasana, komunikasi, serta berbagai tantangan yang muncul selama kegiatan berlangsung.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....