Cara Unik Komunitas Pendaki Ini Satukan Anggota meski Beda Selera Makanan
- 04 Jun 2026 07:55 WIB
- Entikong
RRI.CO.ID, Entikong - Perbedaan selera makanan kerap menjadi tantangan dalam sebuah kelompok, terlebih saat melakukan perjalanan bersama dalam waktu yang cukup lama. Namun, kondisi tersebut justru berhasil diatasi oleh komunitas Laskar Rimba Adventure Pontianak dengan cara sederhana yang mengedepankan musyawarah dan kebersamaan.
Bendahara komunitas Laskar Rimba Adventure Pontianak Arumi Samsudin, dalam Obrolan Sore Ceria Pro 2 RRI Sanggau, Rabu 3 Juni 2026, mengungkapkan bahwa setiap anggota komunitas memiliki makanan favorit yang berbeda-beda. Meski demikian, perbedaan tersebut tidak pernah menjadi sumber permasalahan karena selalu diselesaikan melalui komunikasi yang terbuka.
"Setiap orang memang punya makanan kesukaannya masing-masing. Karena itu kami selalu berdiskusi terlebih dahulu sebelum menentukan menu yang akan dibawa saat pendakian," ujar Arumi.
Ia menjelaskan proses penyusunan menu dilakukan dengan mengakomodasi berbagai keinginan anggota. Setiap usulan makanan dicatat dan dipertimbangkan agar seluruh anggota merasa dihargai dalam pengambilan keputusan.
"Kami tidak pernah mengabaikan kesukaan makanan anggota yang lain. Kalau ada yang suka ceker ayam dan ada yang suka sambal udang, kami mencari cara agar keduanya bisa digabungkan dalam menu perjalanan," katanya.
Arumi mengakui, pendekatan tersebut terbukti efektif menjaga keharmonisan kelompok selama bertahun-tahun. Menurutnya, rasa saling memahami menjadi kunci utama agar perbedaan tidak berkembang menjadi perdebatan.
"Ide utamanya bukan mencari siapa yang paling benar atau paling disukai, tetapi bagaimana semua orang bisa menikmati makanan bersama. Dengan begitu tidak ada yang merasa keinginannya diabaikan," jelasnya.
Ia sampaikan, selain mempererat hubungan antaranggota, cara tersebut juga membantu bendahara dalam mengelola anggaran perjalanan secara lebih efisien. Kebutuhan konsumsi dapat disesuaikan dengan kesepakatan bersama sehingga tidak menimbulkan keluhan di kemudian hari.
Menurutnya, kebiasaan bermusyawarah dalam hal sederhana seperti menentukan menu makanan juga memberikan pelajaran penting tentang toleransi. Setiap anggota belajar menerima perbedaan sekaligus mencari titik temu demi kepentingan bersama.
Arumi berharap anak muda dapat menerapkan sikap saling menghargai dalam berbagai aktivitas komunitas. Ia menilai kekompakan tidak selalu dibangun dari hal besar, melainkan bisa dimulai dari kesediaan mendengarkan dan menghargai selera satu sama lain.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....