Mau Jadi MC Profesional? Wajib Kuat Mental

  • 15 Jul 2026 20:54 WIB
  •  Entikong

RRI.CO.ID, Entikong - Menjadi Master of Ceremony (MC) selama ini kerap dipandang sebagai profesi yang hanya mengandalkan kemampuan berbicara di depan publik. Padahal, di balik penampilan yang percaya diri, seorang MC profesional dituntut memiliki mental kuat, kemampuan mengendalikan situasi, serta keterampilan berkomunikasi yang terus diasah.

Hal ini disampaikan oleh Lulu Rizqi Wulandari, Founder Partner Speaking sekaligus Master of Ceremony, profesi MC tidak sesederhana yang dibayangkan banyak orang. Ia menilai keberhasilan seorang MC justru lebih banyak ditentukan oleh kesiapan mental dibanding kemampuan berbicara semata.

"Sebenarnya MC itu atau public speaking itu 20 persen berbicara dan 80 persen adalah mental. Banyak orang bisa berbicara, tetapi tidak semua mampu bertahan menghadapi situasi yang terjadi di lapangan," ungkap Lulu pada Obrolan Sore Ceria RRI Pro 2 Sanggau, Rabu 15 Juli 2026.

Tantangan terbesar seorang MC, diungkapkannya, muncul ketika harus menghadapi berbagai karakter klien, perubahan situasi acara secara mendadak, hingga tekanan untuk tetap tampil profesional dalam berbagai kondisi. Menurutnya, kemampuan mengelola emosi menjadi bekal utama agar seorang MC mampu menjaga jalannya acara.

"Semua pekerjaan itu tidak ada yang benar-benar mudah. Jadi ketika ada yang mengatakan menjadi MC hanya berbicara saja, cukup jawab dengan positif bahwa kemampuan itu diperoleh melalui proses belajar," jelasnya.

Ia mengatakan profesi MC juga menuntut seseorang terus meningkatkan kompetensi melalui pelatihan maupun sertifikasi agar memiliki standar kemampuan yang diakui. Dengan bekal tersebut, seorang public speaker tidak hanya percaya diri, tetapi juga mampu memberikan manfaat yang lebih luas kepada masyarakat.

Melalui pengalamannya, Lulu berharap semakin banyak generasi muda berani belajar public speaking tanpa takut memulai dari nol. Ia menegaskan kemampuan berbicara di depan umum bukan sekadar bakat, melainkan keterampilan yang dapat dipelajari dan terus dikembangkan.

"Public speaker yang baik berawal dari public speaker yang buruk. Grogi itu tidak masalah, tetapi kemampuan mengontrol diri adalah hal yang paling penting di atas semuanya," pesannya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....